ada-harapan-pemilihan-bupati-kebumen-2020--tanpa-wuwuranBupati Kebumen KH Yazid Mahfud saat peluncuran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen 2020, Rabu (4/12/2019). (Humas Pemkab Kebumen)


nanang

Ada Harapan Pemilihan Bupati Kebumen 2020 Tanpa Wuwuran

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Ada harapan kuat Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen tahun 2020 nanti tanpa wuwuran (bagi-bagi uang, red). Pemilihan Bupati hendaknya sama dengan Pemilihan Kepala Desa (Pilakdes ) serentak tahun 2019 di Kabupaten Kebumen yang juga tanpa wuwuran.

Harapan itu tersirat dari sambutan Bupati Kebumen, KH Yazid Mahfudz, pada peluncuran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen 2020, di pendopo rumah dinas Bupati Kebumen, Rabu (4/12/2019). Acara itu sekaligus peluncuran maskot Pilbup Kebumen 2020, yakni Si Lawet. Kebumen salah satu dari 20 kabupaten/kota di Jateng yang menyelenggarakan Pilkada serentak tahun 2020.


Baca Lainnya :

“Saya incumbent, tergantung partai politik,“ kata Yazid Mahfudz tentang pencalonannya.

Yazid menyinggung selama tahun 2019 Pilkades serentak sudah dilaksanakan di 349 desa, terbanyak pada gelombang II ada 346 pilkades. Pemilihan kepala desa tanpa wuwuran menjadi komitmen calon kepala desa, dan dibuktikan ketika pemungutan suara.


Baca Lainnya :

Yazid berpendapat, Pilbup Kebumen 2020 semakin banyak pasangan calon, semakin baik. Jangan sampai terjadi Pilbup dengan satu pasangan calon yang dipilih dengan kotak kosong, seperti terjadi di Kota Makasar yang dimenangkan kotak kosong, sehingga Walikota Makasar hingga sekarang masih pejabat, belum walikota definitif hasil pemilihan.

Pilbup 2020 di Kebumen, Yazid mengasumsikan, syarat parpol atau gabungan parpol bisa mengusung pasangan calon, paling sedikit memiliki 10 kursi di DPRD Kebumen. PDI Perjuangan Kebumen dengan jumlah 12 kursi bisa mencalonkan satu pasangan calon tanpa koalisi dengan parpol lain. Partai Golkar berkoalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan. Partai Gerindra berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional.

Partai Kebangkitan Bangsa dengan 9 kursi, masih butuh satu kursi agar bisa mencalonkan satu pasangan calon. Misalnya dengan Partai Nasdem (3 kursi). “Bagi saya lebih banyak calon, lebih baik,“ kata Yazid Mahfudz. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini