Sebanyak 62 Koperasi di Bantul Tidak Aktif Lagi
Gerakan koperasi masih bertumpu pada unit konsumen dan simpan pinjam.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bantul menggelar Sarasehan Peringatan Hari Koperasi ke-79 dengan tema Membangun Koperasi Mandiri, Menguatkan Ekonomi Masyarakat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bantul, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul, Prapta Nugraha S Sos MH, Ketua Dekopinda Bantul, Sartana M Pd, perwakilan Dekopinwil DIY Drs Suranto, Gupianto Susilo SE MM selaku Praktisi dan Konsultan Bisnis serta Bambang Edy Asmoro MEK sebagai Ketua Pengurus KSPPS BMT Artha Amanah Sanden sebagai narasumber. Sarasehan diikuti perwakilan koperasi anggota Dekopinda Bantul.
Bambang Edy Asmoro yang juga ketua panitia mengatakan rangkaian Hari Koperasi ke-79 tahun 2026 diperingati dengan berbagai kegiatan. “Selain sarasehan, kita juga akan melaksanakan senam sehat sak isane tanggal 6 September mendatang di Pantai Baru Srandakan," kata Bambang.
Sementara Prapta Nugraha mengatakan jumlah koperasi di Kabupaten Bantul sejumlah 364 unit terdiri koperasi aktif 302. Sedangkan koperasi yang tidak aktif lagi sebanyak 62. Adapun jenisnya, koperasi konsumen 122, bidang jasa 27 koperasi, koperasi pemasaran koperasi 3 unit dan koperasi produsen 36 unit.
"Dilihat dari fakta tersebut maka gerakan koperasi masih bertumpu pada unit konsumen dan simpan pinjam," kata Prapta.
Menurutnya, tantangan koperasi ke depan adalah memperluas bidang usaha, mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan menopang hidup masyarakat.
Konsolidasi
Di tengah kondisi geopolitik yang tidak stabil dan tekanan ekonomi, yang perlu disikapi adalah menguatkan diri agar koperasi bisa kuat dan berdaya. Langkah konsolidasi koperasi harus terus dilakukan.
Sependapat, Sartana mengatakan sarasehan adalah upaya untuk duduk bersama fokus pada saran dan rekomendasi. "Hari koperasi adalah momentum sangat penting bagi kita merefleksikan kembali peran strategis koperasi sebagai sakaguru perekonomian bangsa.Di tengah dinamika ekonomi global saat ini maka koperasi harus terus beradaptasi, inovasi dan kapabel agar mampu menyejahterakan anggotanya sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas khususnya kabupaten Bantul," kata Sartana.
Dekopinda Kabupaten Bantul sebagai wadah perjuangan sekaligus penyalur aspirasi gerakan koperasi. Melalui forum sarasehan hari ini dirinya berharap dapat mempererat sinergi antara gerakan koperasi, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait.
“Kita perlu menyamakan persepsi, mengurai tantangan bersama, merumuskan strategi untuk menguatkan kelembagaan dan koperasi. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus dan insan Koperasi di Kabupaten Bantul yang terus konsisten menjaga nilai-nilai gotong royong dan kekeluargaan dalam menjalankan koperasi," tandasnya.
Sementara Guppianto dalam materinya di antaranya menyoroti perlunya menyusun strategi manajemen yang baik bagi koperasi dan regenerasi kepengurusan. Juga perlunya beradaptasi dengan teknologi sehingga koperasi koperasi bisa eksis dan terus berkembang. (*)
Siaran Pers
