Senin, 24 Jan 2022,


faktor-keamanan-dipertanyakan-wisata-ngopi-di-awan-ditangguhkanRombongan wisatawan menumpang gondola yang diangkat crane dengan ketinggian sekitar 40 meter, di obyek wisata Teras Kaca kawasan Pantai Nguluran wilayah Kalurahan Girikarto Kapanewon Panggang, Gunungkidul, yang kini operasionalnya ditangguhkan sementara.(sutaryono/koranbernas.id)


Sutaryono
Faktor Keamanan Dipertanyakan, Wisata Ngopi di Awan Ditangguhkan

SHARE


KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Karena menjadi polemik publik, utamanya menyangkut faktor keamanan yang banyak dipertanyakan. Maka ngopi di atas awan atau Ngopi In The Sky, di kawasan wisata Teras Kaca Pantai Nguluran Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul, kini operasionalnya ditangguhkan sementara.


Informasi penundaan tersebut juga diumumkan melalui akun Instagram resmi @teraskaca. Bahkan hal ini juga dibenarkan oleh CEO Teras Kaca, Nur Nasution.

  • Ratusan Pesepeda Jelajahi Obyek Wisata Sejarah
  • Kiat GAP Angkat Dusun Kumuh Jadi Desa Wisata

  • "Untuk sementara kami tangguhkan dulu untuk meredam pro kontra yang selama ini terjadi di masyarakat," kata Nur Nasution ketika dihubungi wartawan Kamis (6/1/2022).

    Terkait masalah keamanan yang jadi polemik, ia menilai wahana tersebut sebenarnya kesiapannya sudah 90 persen. Kesiapan itu termasuk keamanan yang dinilai sudah sangat meyakinkan, meskipun selama ini statusnya masih dalam uji coba, sebelum ditunda operasionalnya.

  • Ini Alasan 20 Guru Australia Tertarik ke Jogja
  • Museum Harus Cari Terobosan

  • Wahana Ngopi in The Sky berupa gondola yang diangkat dengan crane hingga ketinggian 40 meter. Menurut Nur Nasution, beban maksimal yang bisa diangkat crane totalnya bisa mencapai 32 ton. "Sedangkan gondola ketika dipakai penuh itu beban maksimalnya hanya 3 ton," jelasnya.

    Guna memastikan beban crane tetap terpantau, Nur mengatakan alat indikator digital sudah terpasang. Begitu pula tabung oksigen bagi pengunjung yang membutuhkan saat berada di ketinggian. “Kalaupun terjadi masalah teknis saat berada di atas, sudah ada antisipasinya, antara lain dengan mengaktifkan kabel optik agar gondola tetap bisa turun ke daratan,” tambahnya.

    Tentang batas waktu penundaan operasional itu, diakui pihaknya belum bisa memastikan. Sebab saat ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan instansi berwenang terkait wahana tersebut. "Kami masih komunikasikan soal teknis hingga perizinan wahananya," katanya.

    Sementara itu secara terpisah Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Mohamad Arif Aldian mengaku sudah meninjau lokasi. Tinjauan dilakukan bersama tim Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Perindustrian, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja.

    Ia berharap pengelola memberikan jaminan keamanan dari wahana tersebut. Itu sebabnya pihaknya meminta agar ada pengujian terlebih dahulu dari pihak yang berkompeten di bidangnya.
     
    Ditambahkan, wahana tersebut masih berstatus uji coba. Terlepas dari polemik yang terjadi, namun pihaknya tetap mengapresiasi inovasi yang dilakukan pengelola Teras Kaca karena turut mengangkat nama Gunungkidul, utamanya dalam sektor pariwisata.(*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini