atas1

Diprotes Emak-emak, Jogja Ubah Zonasi

Rabu, 12 Jun 2019 | 22:59:38 WIB, Dilihat 2160 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Diprotes Emak-emak, Jogja Ubah Zonasi Kadisdikpora DIY, Baskara Aji di kantornya, Rabu (12/6/2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Umat Perlu Jaga Marwah Ramadan


KORANBERNAS.ID -- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (disdikpora) DIY akhirnya mengubah aturan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA pada Tahun Ajaran (TA) 2019/2020 ini. Petunjuk teknis (juknis) zonasi ini berubah setelah munculnya protes dari sejumlah orangtua.

Perubahan terjadi terkait sistem pemilihan sekolah bagi peserta didik. Mereka diperbolehkan memilih lebih dari satu sekolah di zona yang sudah ditetapkan pemerintah.  

"Kami awalnya sudah menerbitkan peraturan mengenai ppdb tahun ini. Aturan ini adalah turunan dari surat edaran mendikbud dan mendagri serta peraturan gubernur. Namun karena protes orangtua yang kebanyakan ibu-ibu maka kami revisi yang semula satu kelurahan satu sekolah, maka sekarang satu sekolah bisa memiliki tiga zona," papar Kadisdikpora DIY, Baskara Aji di kantornya, Rabu (12/6/2019).

Aji menjelaskan, protes orangtua muncul karena ketidaksiapan mereka menerima kebijakan zonasi secara penuh. Apalagi sejumlah anak menginginkan sekolah tertentu namun ternyata sekolah tersebut berada di luar zona kelurahannya.

Karena itulah para orangtua pun mengadu ke anggota DPRD DIY, Ombudsman RI dan Lembaga Ombudsman Daerah (LOD). Dari hasil aduan tersebut, ORI menyarankan untuk memperluas zonasi sekolah di satu kelurahan.

Dicontohkan Aji, untuk Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, peserta didik baru bisa memilih SMAN 6 Yogyakarta, SMAN 9 Yogyakarta maupun SMAN 3 Yogyakarta.

"Anak-anak bisa memilih lebih dari satu sekolah, termasuk memilih jurusan," jelasnya.

Aji menambahkan, PPDB tahun ini menyediakan tiga jalur pendaftaran. Yakni jalur prestasi sebesar 5 persen dari total daya tampung, jalur zonasi 90 persen dari total daya tampung dan jalur perpindahan orangtua 5 persen dari total daya tampung siswa.

Untuk kuota jalur zonasi, 20 persen diantaranya merupakan siswa tidak mampu. Di setiap kelas terdapat 2 siswa untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

"Bagi calon peserta didik yang mendaftar jalur prestasi, bisa ditambah dengan nilai prestasi non akademik, seperti kejuaraan Porda, OSN, FLS2N dan kejuaraan lainnya," imbuhnya.(yve)



Rabu, 12 Jun 2019, 22:59:38 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 229 View
Umat Perlu Jaga Marwah Ramadan
Rabu, 12 Jun 2019, 22:59:38 WIB Oleh : Prasetiyo 534 View
Banser dan Santri Jaga Perayaan Pentakosta GKJ Pengalusan
Rabu, 12 Jun 2019, 22:59:38 WIB Oleh : Sholihul Hadi 10582 View
Dengan Keris di Pinggang Melayang di Udara

Tuliskan Komentar