atas1

Zaman Dulu Media Cetak Jadi Primadona

Minggu, 24 Mar 2019 | 13:19:40 WIB, Dilihat 503 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Zaman Dulu Media Cetak Jadi Primadona Sutirman Eka Ardhana. (istimewa)

Baca Juga : Menu Sejumlah 1.500 Porsi Tersaji Cepat


KORANBERNAS.ID -- Zaman terus berubah. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sudah mermasuki era Industri 4.0, dan perkembangan berikutnya.

Perubahan juga melanda industri media. Zaman dulu media cetak menjadi primadona kemudian digeser hadirnya televisi yang lebih cepat running news-nya. Kini  media online lebih memudahkan orang mengikuti perkembangan dunia hanya dari genggaman tangan.

Beberapa media cetak digulung oleh kemajuan zaman dan teknologi. Sejumlah media cetak bahkan yang dulu sangat populer dengan oplah fantastis pun menjadi "korban". Hal ini tidak bisa dielakkan. Karena memang yang abadi adalah perubahan.

Topik ini yang diangkat oleh Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta pada Diskusi Kebangsaan XXV, Sabtu (30/3-2019), di Joglo Cangkir Jalan Bintaran Yogyakarta.

Melalui diskusi kebangsaan yang kini berubah nama menjadi Derap Kebangsaan, harapannya akan lebih banyak pergerakan dan implementasinya di lapangan.

Derap Kebangsaan bertema Tantangan Media Mainstream di Era Industri 4.0 ini diharapkan akan berlangsung seru dengan menghadirkan narasumber yang memang pakar dalam bidangnya.

Yaitu, mantan wartawan yang pernah menjadi Ketua Komisi Yudisial (KY) Dr Imam Anshori Saleh SH MHum yang kini kembali menjadi praktisi media sebagai Pemimpin Redaksi Senayan Pos.

Kemudian, seorang  akademisi Dr Sugeng Bayu Wahyono MSi dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta serta Drs H Idham Samawi praktisi media cetak yang kini menjadi anggota DPR MPR RI.

"Kami berharap diskusi ini akan banyak dihadiri kalangan generasi muda sebagai pemilik masa depan bangsa. Terutama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi," kata Sutirman Eka Ardhana, ketua panitia diskusi, pada rapat persiapan terakhir  Jumat (22/3/2019).

Tercatat lebih dari 50 mahasiswa siap hadir. Dari Sekretaris PWS Drs Sugeng Wiyono yang juga sebagai kontak person diperoleh informasi, banyak peminat sudah mendaftar lewat WA.

Diskusi ini terbuka untuk umum dan gratis. Bagi peminat yang tidak memperoleh undangan diharap mendaftar melalui WA Drs Sugeng Wiyono 081 227 528 89. (sol)



Minggu, 24 Mar 2019, 13:19:40 WIB Oleh : Sholihul Hadi 432 View
Menu Sejumlah 1.500 Porsi Tersaji Cepat
Minggu, 24 Mar 2019, 13:19:40 WIB Oleh : Redaktur 666 View
Program Dayatif Peroleh Sambutan Positif
Sabtu, 23 Mar 2019, 13:19:40 WIB Oleh : Sholihul Hadi 677 View
Jikustik dan Kahitna Hibur Nasabah Bank BPD DIY

Tuliskan Komentar