Selasa, 21 Sep 2021,


yogyakarta-uji-coba-tanam-kopi-di-lahan-perkotaanAnggota DPR RI Drs Gandung Pardiman MM menyerahkan bibit kopi unggul untuk warga Tegalrejo Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)


sholihul
Yogyakarta Uji Coba Tanam Kopi di Lahan Perkotaan

SHARE

KORANBERNAS.ID – Meski wilayah Kota Yogyakarta padat permukiman tetapi masih ada beberapa kampung memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam.


Dengan inisiasi Komisi VII DPR RI, kali ini Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam hal ini Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia yang berada di Jember Jawa Timur, melakukan uji coba pengembangan kopi di lahan perkotaan.

  • Konyol, Data Penduduk Dibiarkan tanpa Perlindungan
  • Bangun PLTN, Pemerintah Jangan Takut Ditekan LSM

  • “Kegiatan Penguatan Kelembagaan Iptek Kemenristekdikti melalui Sosialisasi dan Diseminasi Produk Unggulan Iptek Agronomi Kopi dan Kakao ini merupakan inisiasi DPR RI,” ungkap Asep Purnama Adiwikarta dari Direktorat Litbang Kemenristekdikti kepada wartawan, Jumat (26/10/2018).

    Di sela-sela acara sosialisasi yang berlangsung di Balai RK Tompeyan, dia menyampaikan, kopi yang akan ditanam warga Tegalrejo Kota Yogyakarta merupakan bibit kopi unggul.

  • Siap-siap, Jogja Bakal Punya Techno Park
  • Minum Kopi di Museum, Kenapa Tidak ?

  • “Ini baru tahap awal, kita mencoba menghijaukan kawasan kota dengan tanaman kopi. Menurut warga, tanaman kopi cocok untuk hutan kota,” ujarnya.



    Penerima bantuan bibit kopi foto bersama dengan anggota DPR RI Drs Gandung Pardiman MM. (sholihul hadi/koranbernas.id)

    Sebenarnya, program bagi masyarakat perkotaan lebih tepat berupa pengolahan kopi namun demikian tidak ada salahnya Tegalrejo dijadikan pilot project penanaman kopi dengan memanfaatkan lahan yang masih tersisa.

    Anggota Komisi VII DPR RI Drs HM Gandung Pardiman MM menyampaikan, kegiatan ini merupakan program awal dan dia ingin ke depan ada program untuk para pemuda supaya pintar meracik kopi.

    “Saya masih punya keinginan bagaimana generasi muda di sini bisa membuat kopi yang enak. Kopi yang paling enak itu harganya secangkir bisa Rp 500 ribu, melebihi harga satu kilogram kopi biasa. Saya mimpi adik-adik di sini ada yang menjadi pengusaha kopi. Kalau dari sekian ini ada sepuluh saja yang berhasil nanti akan saya minta untuk mengembangkan bisnis,” ujarnya.

    Melalui perangkat kelurahan, Gandung pun menitip pesan ke Wakil Walikota Yogyakarta agar bisa memfasilitasi program pelatihan membuat kopi bagi pemuda Karang Taruna. Hal ini sejalan dengan program kelurahan dan desa sebagai pusat pertumbuhan. (sol)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini