atas1

Yang Ingin People Power, Segeralah Insyaf

Jumat, 17 Mei 2019 | 23:24:24 WIB, Dilihat 5670 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Yang Ingin People Power, Segeralah Insyaf Asisten Staf Khusus Presiden, Herman Dody Isdarmadi disela dialog bersama sejumlah Elemen Muda Muhammadiyah di Bilik Kopi, Jumat (17/5/2019) malam.(muhammad zukhronnee/koranbernas.id)

Baca Juga : Ini Alasan Warga Lereng Merapi Pilih SMK


KORANBERNAS.ID -- Banyak pihak mempertanyakan ajakan people power menjelang pengumuman hasil Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 mendatang. Ajakan dari kelompok tertentu itu hanya akan berdampak buruk pada pesta demokrasi di Indonesia karena tidak adanya kepercayaan pada lembaga negara.

Padahal KPU sebagai lembaga negara dibentuk oleh DPR yang merupakan wakil rakyat. Ajakan people power bisa disebut makar karena mendeligitimasi pemerintahan yang sah dan tidak mengakui institusi-institusi kenegaraan penyelenggara pemilu.

"Segeralah insyaf yang menyerukan ajakan people power karena ujungnya apa ? Ajakan itu sengaja dibenturkan dengan kepentingan masyarakat. Nantinya bisa bedampak pada kondisi ekonomi yang memburuk. Kalau perangkat demokrasi lumpuh maka baru bisa dilakukan langkah people power, lah ini lembaga negaranya berjalan baik-baik saja maka untuk apa tujuannya people power," papar Asisten Staf Khusus Presiden, Herman Dody Isdarmadi disela dialog bersama sejumlah Elemen Muda Muhammadiyah di Bilik Kopi, Jumat (17/5/2019) malam.

Bila ajakan tersebut terus saja dimunculkan, menurut Herman untuk membentuk opini dan mengorbankan banyak hal dengan cost atau biaya politik yang terlalu tinggi. Bila dibiarkan maka bisa berbahaya karena ada ketidakpercayaan pada lembaga negara laiknya yang terjadi di Amerika Serikat (AS) saat ini.

Karenanya Herman menghimbau masyarakat, termasuk generasi muda Muhammadiyah untuk tidak ikut-ikutan ajakan people power. Sebab ada sistem yang bisa ditempuh bila kelompok tertentu itu tidak percaya pada hasil pemilu dari KPU melalui jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Bagi elemen muda Muhammadiyah, Herman meminta mereka tetap mengikuti arahan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Meski ada perbedaan pilihan politik di tingkat elit, mereka lebih baik berpihak pada perundang-undangan dan konstitusional.

"Elemen muda muhammadiyah diharpakan ikut arahan organisasi paling atas, jangan emosi atau reaktif. Lebih baik mengacu pada arahan pimpinan pusat muhammadiyah," tandasnya.

Herman menyakini, elit politik dari jalur partai pun akan lebih menggunakan rasionalitas alih-alih emosional untuk ikut-ikutan ajakan people power. Sebab partai politik (parpol) terikat pada konstitusi yang kuat.

Ketua Umum Pimpinan Wilayah IPM DIY, Ahmad Hawari Judullah (kiri) dan Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan IPM DIY, Nabhan Mudrik Alyaum disela  dialog bersama sejumlah Elemen Muda Muhammadiyah di Bilik Kopi, Jumat (17/5/2019) malam.(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Sementara Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) DIY, Ahmad Hawari Judullah mengungkapkan, mereka tidak ingin terseret arus politik praktis. Seperti yang disampaikan Herman, mereka akan menjaga netralitas dan mengikuti instruksi PP Muhammadiyah untuk menjaga konstusional hingga 22 Mei 2019 nanti.

"Apapun hasilnya harus diterima secara hukum. Kita harus mengapresiasi kinerja lembaga penyelenggara pemilu meski perlu ada perlu ada perbaikan kedepan," tandasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan IPM DIY, Nabhan Mudrik Alyaum. Menurutnya elemen muda Muhammadiyah lebih baik fokus pada kerja yang berkelanjutan alih-alih ikut arus politik 5 tahunan ini.

"Kami bukan tidak peduli pada hasil pilpres namun lebih memilih fokus pada kerja berkelanjutan untuk merekatkan solidaritas kader muhammadiyah. Sudah waktunya kita melupakan polemik dan perpecahan akibat pilpres ini. Pemilu kali ini cukup dijadikan pelajaran politik bagi generasi muda untuk lebih berilmu dan berakhlak," imbuhnya.(yve)



Jumat, 17 Mei 2019, 23:24:24 WIB Oleh : Nila Jalasutra 459 View
Ini Alasan Warga Lereng Merapi Pilih SMK
Jumat, 17 Mei 2019, 23:24:24 WIB Oleh : Masal Gurusinga 406 View
Personel Linmas Jaga Perlintasan KA Tak Berpalang
Jumat, 17 Mei 2019, 23:24:24 WIB Oleh : Prasetiyo 5941 View
Novenda Raih Nilai UN Tertinggi SMA se Jawa Tengah

Tuliskan Komentar