Kamis, 29 Jul 2021,


wow-ada-peragaan-busana-di-halaman-rumah-dan-beratap-langitPara peragawati mengenakan busana batik motif Kedungkeris saat fashion show di halaman rumah Mayor Sunaryanto di Padukuhan Kwarasan, Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul, Selasa (18/8/2020) malam. (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono
Wow, Ada Peragaan Busana di Halaman Rumah dan Beratap Langit

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Peragaan busana atau fashion show, pada umumnya dilaksanakan di gedung, hotel atau pun ruangan tertutup. Namun tidak demikian yang terjadi di Gunungkidul, Selasa (18/8/2020) malam.


Di sebuah sudut kalurahan yang gersang, tepatnya di Padukuhan Kwarasan, Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, digelar peragaan busana di halaman rumah dan beratap langit.

  • Rela Sekolah di Rumah Demi Menekuni Modelling
  • Goa Pindul Dibuka Lagi

  • Adalah tempat tinggal Mayor Sunaryanto yang punya halaman luas, disulap menjadi ajang fashion show dengan menampilkan puluhan peragawati lokal setempat. Panggung yang didominasi warna putih, dengan sorot lampu gemerlap, para peragawati sengaja menampilkan busana batik motif Kedungkeris karya Guntur Susilo yang dibuat oleh kelompok ibu-ibu warga setempat.

    Acara ini semakin unik, karena lenggak-lenggok para peragawati diiringi gending Jawa, bersamaan pemantasan wayang kulit dengan lakon Satria Pinilih yang dibawakan dalang lokal. Meskipun kegiatan ini dilaksanakan hanya sekitar 3 jam, namun para penonton yang berasal dari berbagai penjuru Gunungkidul nampak puas, dan tepuk tangan riuh ketika acara ini usai.

  • Sensasi Upacara Bendera di Dalam Goa, Oksigen Minim Dada Terasa Sesak
  • Pandemi Covid-19, di Gunungkidul Hajatan Tidak Boleh Prasmanan

  • "Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, pertunjukan ini kami harapkan menjadi hiburan bagi warga di masa pandemi Covid-19. Selain itu, secara langsung mampu mengangkat UMKM, khususnya perajin batik," kata Mayor Sunaryanto.

    Salah satu kandidat bakal calon bupati Gunungkidul ini mengaku, potensi lokal masyarakat harus diberdayakan. Selain itu, kegigihan warga, utamanya generasi muda, juga harus ditumbuhkembangkan.

    "Salah satunya dengan terselenggaranya acara ini, yang hampir semuanya kreativitas anak-anak muda," katanya seraya menambahkan karena kreativitas, maka iringan gending Jawa dengan pertunjukan wayang kulit, mampu dipadukan secara apik dengan fashion show.

    Sementara itu, Guntur Susilo, pemuda yang menciptakan batik motif Kedungkeris, menjelaskan bahwa nama motif batik ini bukan hanya merupakan tempat tinggal dan kelahiran Mayor Sunaryanto, namun punya filsafat yang adiluhung. Menurutnya, Kedung mempunyai arti sebuah kubangan air pada sungai yang menjadi tempat kehidupan tumbuhan, ikan dan hewan lain, secara menyatu.

    "Bertempat tinggal di dekat Kedung akan membawa kesejukan dan kedamaian," tuturnya.

    Sedang Keris merupakan senjata pria Jawa untuk mengarungi kehidupan yang damai dan membawa kesejahteraan masyarakat. (eru)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini