Senin, 06 Des 2021,


wisatawan-ke-yogyakarta-hampir-mustahil-dibendungAjakan melawan Covid-19 ditempel pada anak tangga Sasana Hinggil Dwi Abad Alun-alun Kidul Keraton Yogyakarta (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Wisatawan ke Yogyakarta Hampir Mustahil Dibendung

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami penurunan, meskipun penurunan cukup signifikan dibanding empat bulan lalu kasus baru masih saja ada.


Sebagai kota pariwisata yang masih menjadi idaman wisatawan domestik, permasalahan mobilitas masyarakat sulit untuk dikendalikan. Wisatawan yang berdatangan hampir mustahil dibendung. Hal ini pun menjadi masalah utama dalam penanganan pandemi di DIY.

  • Tujuh Gunungan Ludes Tinggal Rangka
  • Tak Sabar Bentuk LAMP, Lebih Cepat Lebih Bagus

  • Untuk memaksimalkan penanganan Covid-19 di DIY, Pemda bersama DPRD DIY segera menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penanggulangan Covid-19. Jika sudah disahkan menjadi perda, regulasi ini akan menjadi payung hukum penanganan Covid-19 di DIY.

    “Raperda ini inisiatif DPRD dan sudah disepakati Pemda DIY. Sudah selesai lebih dari 80 persen, kemungkinkan akhir Oktober atau November sudah selesai dan bisa diterapkan," ungkap Huda Tri Yudiana, Wakil Ketua DPRD DIY, Rabu (20/10/2021).

  • Sayang Jika Promo Menarik Ini Terlewatkan
  • Sleman Kirim Misi Kebudayaan ke Surabaya

  • Menurut Huda, dalam naskah akademik perda tersebut terdapat sanksi administrasi terhadap pelanggar protokol kesehatan. Sedangkan bagi perusahaan atau instansi yang melanggar penerapan prokes akan mendapatkan sejumlah sanksi.

    Secara terpisah Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, menyatakan pihaknya menunggu Perda disahkan untuk kemudian bisa diterapkan di masyarakat. "Ketika kita longgarkan (mobilitas masyarakat) maka prokes harus ketat,” ungkapnya.

    Menurut dia, masyarakat DIY walaupun level PPKM diturunkan, prokes harus super ketat diterapkan. Wisatawan diminta mematuhi ketentuan yang berlaku terkait prokes, aplikasi peduli lindungi maupun ketentuan yang dikeluarkan melalui instruksi gubernur. (*)


    TAGS: wisata  yogyakarta 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini