atas1

Wisatawan Asing Rela Berdesakan Berebut Gunungan

Senin, 12 Agu 2019 | 16:04:04 WIB, Dilihat 455 Kali
Penulis : Sholihul Hadi
Redaktur

SHARE


Wisatawan Asing Rela Berdesakan Berebut Gunungan Prosesi Garebeg Besar Idul Adha 1440 H, Senin (12/8/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : ACT DIY Pakai Jagal Profesional


KORANBERNAS.ID – Tak hanya warga Yogyakarta dan sekitar saling berdesakan memperebutkan gunungan Garebeg Besar Idul Adha  1440 H, Senin (12/8/2019), sejumlah wisatawan asing terlihat ikut berdesakan di antara kerumunan.

Mereka seperti menikmati suasana tersebut, yang di negara asalnya tidak pernah ada.

Viona dan Adara, kedua wisatawan dari salah satu negara di Amerika Selatan itu mengaku memperoleh pengalaman menarik meskipun hanya mendapatkan serpihan isi gunungan berupa hasil bumi yang ludes saat dijarah.

Dengan tersenyum keduanya senang sekaligus melengkapi kegembiraan mereka berwisata ke Kota Gudeg.

Gunungan yang dikeluarkan oleh Keraton Yogyakarta yang dikawal bregada itu diperebutkan di Halaman Masjid Gedhe Kauman Keraton Yogyakarta.

Sedangkan dua lagi masing-masing diarak ke Kepatihan kompleks Kantor Gubernur DIY di Jalan Malioboro serta Pura Pakualaman.

Iring-iringan abdi  dalem dan bregada yang membawa gunungan menuju Pura Pakualaman menarik perhatian karena dikawal oleh gajah dari Gembira Loka Zoo.

Di halaman Pura Pakualaman, dilakukan serah terima Pareden Kakung atau Gunungan Kakung oleh utusan Keraton Yogyakarta KRT Wijoyo Pamungkas diterima Sri Paku Alam X yang diwakili oleh KRT Projo Anggono.

Usai pembacaan doa, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Paku Alam X mengambil bagian kecil dari gunungan tersebut diikuti kerabat Pura Pakualaman lainnya.

Selanjutnya gunungan dibawa ke halaman Sewandanan. Seperti halnya di halaman Masjid Gedhe Kauman maupun Kepatihan, hanya beberapa menit saja gunungan itu ludes tinggal tersisa kerangkanya.

Pada Garebeg Besar kali ii Keraton Yogyakarta mengeluarkan tujuh gunungan yaitu tiga gunungan kakung dan empat gunungan lain yaitu gunungan Wadon, Gepak, Dharat dan Pawuhan.

Selama satu tahun, Keraton Yogyakarta menyelenggarakan tiga kali garebeg untuk memperingati Hari Raya Idhul Adha, Idul Fitri dan Mulud Nabi Muhammad SAW. (sol)



Senin, 12 Agu 2019, 16:04:04 WIB Oleh : Sholihul Hadi 482 View
ACT DIY Pakai Jagal Profesional
Minggu, 11 Agu 2019, 16:04:04 WIB Oleh : Arie Giyarto 744 View
UPN Veteran Yogyakarta Dampingi Jathilan Anak
Minggu, 11 Agu 2019, 16:04:04 WIB Oleh : Arie Giyarto 525 View
Sebagian Hewan Kurban Belum Disembelih

Tuliskan Komentar