Rabu, 14 Apr 2021,


wisatawan-abaikan-maut-yang-siap-menjemputMeski gelombang tinggi, wisatawan tetap nekat bermain air di Pantai Baron, Gunungkidul, Rabu (9/9/2020). (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono
Wisatawan Abaikan Maut yang Siap Menjemput

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL--Sebagaimana prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, kawasan pantai selatan Gunungkidul dilanda gelombang laut tinggi, Rabu (9/9/2020). Meski membahayakan bagi wisatawan, namun pengunjung seakan tidak peduli dan menabaikan risiko maut yang siap menjemput.


Wisatawan yang memadati kawasan berbagai pantai selatan di Gunungkidul, tetap nekat bermain air.

  • Immawan Wahyudi Tak Ingin Memanfaatkan Fasilitas Negara
  • Langit Tiba-tiba Mendung Saat Pusaka Gunungkidul Disucikan

  • Sebagaimana pengamatan koranbernas.id di Pantai Baron, imbauan tim SAR sudah berulang kali mengingatkan pada wisatawan untuk tidak bermain atau mandi di laut, tidak digubris.

    Mereka nekat bermain air sambil bersendang gurau. Bahkan ketika ombak datang dan menerjang tubuhnya, mereka nampak sangat senang dan bersorak-sorak.

  • Pil Pahit Sekolah Online
  • Warga Wonosari Meninggal Positif Covid-19

  • “Saya sampai capai mengingatkan. Mereka tidak menyadari, kalau tindakan bermain air bahkan mandi di laut itu sangat berbahaya,” kata Surisdiyanto Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul di Pantai Baron.


    Padahal banyak peristiwa yang selama ini terjadi bahkan hingga menelan korban jiwa, juga diawali sikap ngeyel wisatawan terhadap imbauan petugas SAR.


    Diakui, berdasarkan laporan BMKG perairan selatan mengalami peningkatan gelombang antara 4 meter hingga 6 meter. Dengan kondisi ini, pihaknya langsung memberitahukan pada nelayan untuk tidak melaut.

    “Kalau nelayan semuanya sudah libur, tidak ada yang melaut. Namun giliran kami mengimbau wisatawan yang datang, mereka malah tidak menggubris,” tandasnya.

    Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono menambahkan, meskipun imbauannya seakan tidak didengar, sebagai petugas pihaknya terus menerus minta pada pengunjung untuk sementara tidak mendekat di pinggir laut. “Bagaimanapun juga ini menjadi salah satu tugas kami. Meski sering jengkel, kami tetap berupaya agar korban jiwa bisa dihindarkan,” tuturnya. (*)

     

     



    SHARE

    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini