atas

Warga Turun ke Sungai Bersihkan Sampah

Senin, 14 Jan 2019 | 15:19:28 WIB, Dilihat 435 Kali - Oleh Endri Yarsana

SHARE


Warga Turun ke Sungai Bersihkan Sampah Jajaran DLH dan DPUPKP Kabupaten Temanggung bersama masyarakat membersihkan sungai. (endri yarsana/koranbernas.id)

Baca Juga : Ngatinem Tak Lagi Repot Buang Air Besar


KORANBERNAS.ID – Warga Dusun Kerokan Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung bahu-membahu melaksanakan kerja bakti. Mereka turun ke sungai kemudian membersihkan sampah di bantaran Sungai Gintung, Minggu (13/1/2019).

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Temanggung, Sriyono, ditemui di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan, bersih Sungai Gintung dilaksanakan setelah ada pengaduan dari masyarakat.

“Sampah dibuang di jembatan sungai yang terletak di antara Desa Jragan dan Desa Kerokan,” ujarnya.

Menurut Sriyono, di tempat tersebut memang terdapat sampah dengan jumlah sangat banyak sehingga mengganggu pandangan mata. Tak hanya itu, lingkungan pun tercemar karena sangat berbau serta aliran air terhambat.

Dari aduan tersebut, DLH bersama DPUPKP (Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman) Kabupaten Temanggung langsung menindaklanjuti dan mengecek di lokasi.

Ternyata aduan tersebut memang benar. “Kami langsung berkoordinasidengan desa serta meminta partisipasi masyarakat untuk kerja bakti. Kami sediakan kontainer atau truk untuk mengangkut sampah di sungai tersebut,” tandasnya.

Di luar dugaan, masyarakat merespons positif. Mereka bergotong-royong membersihkan sampah yang menumpuk di bawah jembatan Sungai Gintung.

"Sampah masih dianggap musuh dan sumber penyakit bagi masyarakat. Pemerintah daerah harus selalu memperhatikan dan memberikan edukasi yang mendalam, bahwa sampah sangat berguna dan bermanfaat jika dikelola dengan benar," ujarnya.

Pada kegiatan tersebut masyarakat juga memperoleh pengertian mengenai sampah organik dan non-organik. Sampah organik berasal dari makhluk hidup, bersifat mudah terurai.

Sedangkan sampah nonorganik berasal dari limbah manusia dan sulit terurai. Beberapa di antaranya bisa dimanfaatkan untuk kerajinan sehingga menghasilkan nilai ekonomis bagi yang mengolahnya.

Sampah jenis itu dapat menjadi sumber pendapatan serta peluang bisnis, minimal laku dijual ke bank sampah.

Kepala Desa Kerokan, Suwanto, menjelaskan dengan dilaksanakannya kerja bakti pihaknya meminta harus ada solusi untuk mengatasi pembuangan sampah di Jembatan Sungai Gintung.

"Kami memasang tulisan peringatan di sekitar jembatan. Jika ada warga kedapatan membuang sampah di sungai kami tindak tegas. Kami beri sanksi membersihkan sampah seharian penuh, agar jera tidak kembali membuang sampah di Sungai Gintung Desa Kerokan,” ujar Suwanto.

Dia juga meminta dinas terkait memberikan fasilitas truk dan petugas pengangkut sampah di desanya. Warga siap iuran tiap bulannya. Dengan demikian lingkungan desa lebih bersih dan indah. (sol)



Senin, 14 Jan 2019, 15:19:28 WIB Oleh : Endri Yarsana 426 View
Ngatinem Tak Lagi Repot Buang Air Besar
Senin, 14 Jan 2019, 15:19:28 WIB Oleh : Sholihul Hadi 470 View
Pemuda Jogja Membumikan Pancasila
Senin, 14 Jan 2019, 15:19:28 WIB Oleh : Sholihul Hadi 391 View
Kawal Dana Kelurahan untuk Kesejahteraan

Tuliskan Komentar