atas1

Warga Kampung Sembir Salatiga Bingung

Minggu, 03 Feb 2019 | 16:45:44 WIB, Dilihat 2181 Kali
Penulis : Masal Gurusinga
Redaktur

SHARE


Warga Kampung Sembir Salatiga Bingung Suasana Kampung Sembir Salatiga Jawa Tengah. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Pertandingan Tinju Digelar di Mal


KORANBERNAS.ID -- Warga Kampung Sembir Kelurahan Bugel Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga Jawa Tengah, baru-baru dibuat kebingungan menyusul munculnya tamu yang mengaku bisa membantu mensertifikatkan tanah yang sudah mereka tempati selama puluhan tahun.

Oknum yang disebut-sebut berinisial AS warga Kota Semarang itu disebut warga bisa mengurus sertifikat karena memiliki kedekatan dan kenal dengan sejumlah pejabat.

Dia juga disebut-sebut sebagai anak salah seorang pejabat di Provinsi Sumatera Utara dan dikabarkan beberapa kali datang ke Kampung Sembir karena punya teman yang tinggal di RT 1/RW 6 bernama Arifin.

Sayangnya, AS tidak pernah hadir dalam pertemuan rutin warga. Dan yang selalu menyampaikan rencana pensertifikatan adalah Arifin.

Di hadapan warga beberapa waktu lalu, Arifin menjelaskan, AS, temannya itu bisa membantu mensertifikatkan tanah Kampung Sembir. Namun untuk kelancaran proses pensertifikatan perlu dibentuk panitia dan butuh biaya.

"Biayanya sekitar Rp 15 ribu per meter dan tergantung tawar-menawar. Sebagian biaya juga akan digunakan untuk mengkondisikan orang-orang BPN karena banyak yang mau pensiun. Istilahnya 86 begitu," kata Arifin.

Arifin dan Ketua RW 6 Kampung Sembir, Mardi, mengaku telah ada kepanitiaan yang dibentuk sekelompok warga yang mendukung langkah AS.

Susunan kepanitiaan itu di antaranya Suwarno (Ketua/pensiunan karyawan PTPN IX (Persero)) dan Kriyanto (Bendahara/karyawan PTPN IX (Persero)).

Ketika dikonfirmasi, Suwarno yang disebut sebagai ketua panitia membantah pernyataan Ketua RW 6, Mardi maupun Arifin.

Sebenarnya, ada banyak warga Kampung Sembir yang percaya dengan upaya AS bisa mensertifikatkan tanah. Namun ada juga yang pesimis dan curiga. Sebab pensertifikatan tanah secara massal lewat program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) jelas-jelas disebut BPN tidak ada biaya dari pemohon.

Selain itu, Kampung Sembir yang berada di tengah-tengah kebun karet dan dihuni lebih dari 145 jiwa itu ternyata lahan HGU (Hak Guna Usaha) yang dikelola PTPN IX (Persero).

Gencarnya upaya yang dilakukan AS memang sempat membuat kebingungan warga dan tokoh masyarakat. Apalagi sudah ada sekelompok warga yang percaya dan mau melakukan apapun yang diperintahkan. Salah satunya mengumpulkan fotokopi kartu keluarga (KK).

"Beredar kata-kata, yang susah-susah ditinggalkan saja. Kalau saya tidak mau mengumpulkan fotokopi kartu keluarga berarti tempat saya nanti tidak diurus dong? Padahal biaya Rp 15 ribu per meter itu tidak ada aturannya," kata tokoh masyarakat.

Di saat warga bingung harus berbuat apa, diperoleh informasi dari petugas loket Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN Kota Salatiga, Kampung Sembir belum bisa disertifikatkan karena tidak ada pelepasan dari PTPN IX (Persero).

Staf Kantor ATR/BPN Kota Salatiga menjelaskan dalam program PTSL tidak ada biaya dari pemohon untuk BPN. Rp 0 atau nol Rupiah karena di PTSL biaya ukur, panitia A dan sertifikasi sudah dibiayai negara.

Staf ATR/BPN Kota Salatiga itu juga menhimbau warga agar tidak mudah percaya dan berhati-hati jika ada oknum yang mengaku-ngaku bisa mensertifikatkan tanah Kampung Sembir Kelurahan Bugel.

Imbauan Kantor ATR/BPN Kota Salatiga itu juga sebagai peringatan kepada warga untuk waspada dari pihak-pihak yang berniat tidak baik.

Sebab berdasarkan informasi yang dihimpun warga Kampung Sembir, sebelumnya sudah beberapa kali kena tipu dengan modus pensertifikatan tanah yang ditempati. (sol)



Minggu, 03 Feb 2019, 16:45:44 WIB Oleh : Nila Jalasutra 800 View
Pertandingan Tinju Digelar di Mal
Minggu, 03 Feb 2019, 16:45:44 WIB Oleh : Sari Wijaya 1081 View
Jumari Tinggal di Rumah Mirip Kandang Ternak
Minggu, 03 Feb 2019, 16:45:44 WIB Oleh : Sholihul Hadi 780 View
Satiran Menambal Rumahnya dengan Seng Bekas

Tuliskan Komentar