atas

Warga Jogja Harus Bijak Bermedsos

Minggu, 10 Feb 2019 | 17:08:09 WIB, Dilihat 168 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Warga Jogja Harus Bijak Bermedsos Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto bersama peserta Diseminasi Konten Positif Diskominfo DIY 2019, Minggu (10/2/2019), di Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Hasil Penelitian Siswa SMAN 2 Bantul Dipamerkan


KORANBERNAS.ID – Hampir semua warga Yogyakarta mengenal ajaran tepung, dunung dan srawung.  Filosofi Jawa inilah yang mestinya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari termasuk ketika menggunakan media berjejaring sosial (medsos) sehingga bisa bersikap bijak.

Jangan sampai penggunaan media itu justru memperkeruh suasana, apalagi menjelang pemilu sehingga muncul fitnah, haox dan ujaran kebencian.

Hal itu mengemuka dalam Diseminasi Konten Positif Diskominfo DIY 2019, Menciptakan Pemilu Damai yang Partisipatif tanpa Hoax dan Ujaran Kebencian, Minggu (10/2/2019), di Yogyakarta.

“Ayo gunakan sosmed dalam batas kepentingan bangsa, dengan tetap dilandasi aspek ideologi Pancasila untuk kehidupan yang saling membahagiakan. Jari-jari kita jadikan alat pemersatu bangsa dengan budi pekerti luhur saat bermedsos,” ungkap Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, saat menjadi narasumber acara tersebut.

Di hadapan peserta yang terdiri dari Muslimat NU, Fatayat serta pelajar dan mahasiswa dari Nahdhlatul Ulama (IPPNU), anggota Fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta itu menyampaikan pentingnya warga bermedsos dengan dilandasi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan membawa damai.

“Ada pengguna sosmed sekarang yang galak bahkan dengan dulur sendiri galak. Saring sebelum sharing. Ati-ati tenan menggunakan sosmes. Nek lagi nesu HP-ne didohke ya. Intinya kita harus melawan hoax termasuk mendukung Polri melakukan penegakan UU ITE,” ujarnya.

Khusus kepada peserta, Eko Suwanto berpesan gunakanlah sosmed dengan dilandasi budi pekerti yang luhur agar tak terjerembab dalam fitnah, hoak maupun ujaran kebencian.

“Bersama Pemda DIY, Muslimat, Fatayat dan IPPNU membangun Jogja untuk bijak bermedsos,” kata dia.

Selain itu, mereka juga diharapkan bisa menjadi juru kerukunan. “Jangan sampai  karena beda spanduk  kemudian udur-uduran. Kita harus kedepankan kepentingan bangsa dan kerukunan sesama warga,” tambah alumni MEP UGM ini.

Menurut dia, DPRD DIY dan Pemda DIY saat ini sudah mensahkan Perda tentang TIK, yang bermanfaat tidak hanya untuk meningkatkan pelayanan publik tetapi juga mendukung keamanan dan ketertiban serta penanggulangan hencana.

Dia sepakat, Dinas Kominfo DIY sebagai instansi yang melaksanakan perda tersebut memperoleh dukungan, termasuk dari sisi penganggaran.

“Tahun ini, Diskominfo DIY memperoleh alokasi anggaran Rp 16 miliar untuk membangun infrastruktur jaringan internet di 438 desa. Pada 2020 semua desa di DIY terjangkau internet. Akan dibangun lagi 80 titik free wifi, tahun kemarin, 120 titik. Termasuk free wifi untuk kampung wisata, desa budaya dan berbagai tempat untuk mendorong pembangunan ekonomi rakyat,” ungkap Eko Suwanto.

Dia menyatakan pada prinsipnya DPRD DIY mendukung penuh Diskominfo DIY melakukan literasi media sosial. Dengan demikian masyarakat Yogyakarta dapat terbentengi dari dampak buruk penggunaan medsos.

Selain Eko Suwanto, kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY tersebut juga dihadiri narasumber Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY Ahmad Sidqi, Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono serta Rahmad Sutopo dari Diskominfo DIY. (sol)



Sabtu, 09 Feb 2019, 17:08:09 WIB Oleh : Sari Wijaya 337 View
Hasil Penelitian Siswa SMAN 2 Bantul Dipamerkan
Sabtu, 09 Feb 2019, 17:08:09 WIB Oleh : Sholihul Hadi 470 View
Apa Hubungan Politik dengan Keris? Ini Jawaban Hasto Kristiyanto
Sabtu, 09 Feb 2019, 17:08:09 WIB Oleh : Nila Jalasutra 91 View
Sri Purnomo Bupati Peduli Olahraga

Tuliskan Komentar