atas1

Warga Desa Ini Dilarang Merokok Dalam Rumah

Senin, 29 Apr 2019 | 18:49:02 WIB, Dilihat 323 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Warga Desa Ini Dilarang Merokok Dalam Rumah Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes menandatangani prasasti deklarasi Desa Widodomartani sebagai Kawasan Tanpa Rokok, Senin (29/4/2019). (istimewa)

Baca Juga : Pukulan Karatenya Terlalu Keras, Ny Fernawati Jadi Atlet Tinju Berprestasi


KORANBERNAS.ID -- Pertama kalinya di Kabupaten Sleman, warga Desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak mendeklarasikan Desa Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Deklarasi tersebut ditandai pemukulan gong dan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes di balai desa setempat, Senin (29/4/2019).

Pada kesempatan tersebut dikukuhkan Satgas KTR yang terdiri dari 40 orang dari 19 padukuhan yang ada di Desa Widodomartani.

Pendeklasarian tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 19.4/Kep.KDH/A/2019 tentang Desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak Sebagai Desa Kawasan Tanpa Rokok yang ditetapkan 1 April 2019.

komitmen yang disepakati, tidak merokok di setiap pertemuan, tidak merokok di dalam rumah, tidak merokok di dekat ibu hamil dan anak, tidak merokok di tempat ibadah, memasang stiker di setiap rumah dan merokok di tempat khusus merokok.

Sri Muslimatun mengatakan pencanangan tersebut merupakan respons positif dan langkah nyata peningkatkan kesehatan.

Dia memberikan penghargaan yang tinggi bagi semua pihak yang mendukung proses terselenggaranya deklarasi tersebut.

Sri Muslimatun menyadari komitmen tersebut tentu tidak mudah untuk dicapai, maka ia mengajak desa- desa lain mencontoh dan membudayakan KTR.

“Untuk mewujudkan komitmen ini saya yakin tidak mudah, awalnya dimulai dengan terpaksa hingga terbiasa dan kemudian berbudaya,” katanya.

Sri Kuslimatun berharap deklarasi tersebut tidak hanya kegiatan seremonial semata, namun terus digalakkan untuk menyadarkan masyarakat mengenai bahaya asap rokok.

Tujuan akhirnya adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat dan peningkatan kualitas udara di ruangan. “Demi tercapainya tujuan tersebut tentu perlu komitmen dan konsistensi seluruh pihak,” kata dia.

Camat Ngemplak Sri Wahyu Purwaningsih mengakui sulitnya mengajak warga berkomitmen terhadap KTR. Setelah melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman, akhirnya masyarakat bersepakat.

“Awalnya mendapat pertentangan dari masyarakat, namun akhirnya setelah sosialisasi dan pemahaman dari Dukuh, Dinkes dan Puskesmas seluruh masyarakat Desa Widodomartani berkomitmen mendeklarasikan Gerakan tersebut,” katanya.

Kepala Desa Widodomartani Heruyono mengatakan komitmen tersebut tercapai berkat kemauan kuat warganya dan padukuhan setelah mendapatkan sosialisasi bahaya merokok, terlebih untuk generasi penerus. (sol)



Senin, 29 Apr 2019, 18:49:02 WIB Oleh : Redaktur 367 View
Pukulan Karatenya Terlalu Keras, Ny Fernawati Jadi Atlet Tinju Berprestasi
Minggu, 28 Apr 2019, 18:49:02 WIB Oleh : Prasetiyo 396 View
SMAN 1 Purbalingga Gelar Papijar
Minggu, 28 Apr 2019, 18:49:02 WIB Oleh : Sholihul Hadi 399 View
Dari Malioboro Gelorakan Gerakan Jogja Resik Narkoba

Tuliskan Komentar