atas1

Warga Desa Bantul Datangi Kejati DIY

Jumat, 03 Mei 2019 | 22:48:00 WIB, Dilihat 1642 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Warga Desa Bantul Datangi Kejati DIY Lurah Desa Bantul Supriyadi. (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Peringatan Hari Jadi Sleman Dikemas Meriah


KORANBERNAS.ID -- Warga Desa Bantul tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Desa Bantul dipimpin ketuanya Agung Setyawan dan Sekretaris Jati Kusumo mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY Jumat (3/5/2019).

Kedatangan mereka yang didampingi Ketua BPD Desa Bantul Basori serta tim advokasi tujuannya ngaruhke perkembangan penyelidikan dugaan mark up pembangunan dua gedung di kompleks Balai Desa Bantul, yakni Gedung Pertemuan Riptaloka dan Pendapa Balai Desa yang dianggarkan dalam APBDesa 2017 dan 2018.

Seperti diketahui Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pembangunan dua gedung tersebut dinyatakan selesai namun fakta di lapangan bangunan belum rampung.

Hingga kini beberapa bagian lantai pendapa belum terpasang keramik, padahal asumsinya dengan dua tahun anggaran dan dialokasikan hingga Rp 380 juta bangunan selesai. Namun kenyataannya belum selesai.

"Jika memang kasus ini diberhentikan atau SP3 apa dasarnya. Jika memang masih berlanjut, kami ingin mengetahui perkembanganya sampai di mana mengingat kasus ini sudah lama bergulir dan belum ada kejelasan mau seperti apa," kata Agung kepada koranbernas.id didampingi Jati Kusumo usai audiensi ke Kejati DIY.

Kedatangan aliansi, lanjut Agung, sekaligus menjawab keingintahuan masyarakat mengingat sejak kasus ini ditangani Kejati belum ada progres lebih lanjut sampai ke telinga warga.

Dari keterangan pihak Kejati diketahui mereka masih membutuhkan bukti lagi untuk penanganan kasus ini.

"Kami membuka tangan selebar-lebarnya bagi masyarakat ketika ada bukti tambahan silakan bisa membantu proses penyelidikan dengan menyerahkan bukti lewat kami untuk diteruskan ke Kejati, "katanya.

Jati menambahkan aliansi telah menemukan beberapa alat bukti baru yang pada saatnya diserahkan ke pihak berwajib.

"Kami telah kantongi bukti baru dan ini kami siapkan untuk langkah ke depan," katanya.

Dengan adanya bukti baru kasus tersebut diharapkan terang benderang apakah ada unsur pidana atau hanya kesalahan administrasi.

"Minggu depan kami juga akan ke Kantor Inspektorat Bantul untuk audiensi dan menyampaikan temuan-temuan," katanya.

Aliansi memang melakukan gerakan didasari keprihatinan banyaknya kejadian di Desa Bantul Kecamatan Bantul yang diduga kuat menyalahi prosedur perundangan.

Secara terpisah Lurah Desa Bantul Supriyadi yang baru menjabat sekitar lima bulan menyambut baik gerakan yang dilakukan aliansi.

"Ketika ada masyarakat yang peduli dengan kondisi Desa Bantul, saya menyambut baik, karena memang saya juga ingin berjalan sesuai koridor dan aturan hukum yang berlaku," katanya. (sol)



Jumat, 03 Mei 2019, 22:48:00 WIB Oleh : Nila Jalasutra 865 View
Peringatan Hari Jadi Sleman Dikemas Meriah
Jumat, 03 Mei 2019, 22:48:00 WIB Oleh : Nila Jalasutra 667 View
Belanja di Pasar Tradisional Bisa Peroleh Hadiah Motor
Jumat, 03 Mei 2019, 22:48:00 WIB Oleh : Nanang WH 535 View
Mayat Tanpa Identitas Tergolek di Pantai Karangbolong

Tuliskan Komentar