atas1

Walikota Janjikan Kantor untuk BNN Kota Yogyakarta

Selasa, 05 Mar 2019 | 20:24:18 WIB, Dilihat 1500 Kali - Oleh Redaktur

SHARE


Walikota Janjikan Kantor untuk BNN Kota Yogyakarta Audiensi Kepala BNN Kota Yogyakarta AKBP Khamdani S Sos beserta jajarannya dengan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Kamis (28/2/2019), di Balaikota Yogyakarta. (istimewa)

Baca Juga : Sekali Ngebor Habiskan Air Puluhan Tangki


KORANBERNAS.ID – Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti berjanji akan memberikan kantor yang permanen untuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Yogyakarta.

Komitmen tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Kepala BNN Kota Yogyakarta AKBP Khamdani S Sos beserta jajarannya, Kamis (28/2/2019) silam, di Balaikota Yogyakarta.

“Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen memberikan bangunan sebagai kantor BNN Kota Yogyakarta, dengan harapan sel tahanan dan fasilitas klinik rehabilitasi dapat dibentuk sehingga P4GN berjalan optimal,” kata Haryadi Suyuti.

Didampingi Kepala Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Yogyakarta, Zenni Lingga, dalam kesempatan itu Walikota Yogyakarta sekaligus mewacanakan sebuah gebrakan antinarkoba di lingkungan Pemkot Yogyakarta.

Apalagi Pemerintah Kota Yogyakarta sudah memiliki Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kejaksaan dan Pengadilan untuk menerapkan hukuman maksimal kasus narkoba yang terjadi di Pemerintahan Kota Yogyakarta.

“Gebrakan antinarkoba sepenuhnya diperlukan untuk menciptakan Kota Jogja sebagai tempat tak nyaman bagi para pengedar pecandu maupun bandar narkoba,” kata Haryadi Suyuti.

AKBP Khamdani S Sos memaparkan, tahun 2018 posisi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa DIY berada pada posisi ke-5 dari 13 provinsi yang disurvei,  dengan angka prevalensi 3,8 persen atau sebesar 66.939 pelajar dan mahasiswa terpapar narkoba.

Kondisi tersebut perlu memperoleh perhatian khusus, terlebih tahun 2016 DIY berada pada peringkat pertama penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa pada kategori coba pakai (berdasarkan survei yang dilakukan BNN kerja sama dengan Puslitkes UI).

Berdasarkan rilis data ungkap kasus Narkoba Polda DIY, data kasus narkotika di wilayah Polresta Yogyakarta berada pada posisi tertinggi di antara 4 kabupaten lain, yaitu sebanyak 150 kasus, diikuti Polres Sleman 101 kasus, Polres Bantul 80 kasus, Polres Kulonprogo 53 kasus dan Polres Gunungkidul sejumlah 46 kasus.

“Kondisi tersebut membutuhkan beberapa langkah strategis dalam upaya penanganannya,” ucap AKBP Khamdani S Sos.

Dia mengakui, BNN Kota Yogyakarta sebagai leading sector upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika (P4GN) di wilayah Kota Yogyakarta masih menemui beragam kendala sehingga cukup berpengaruh pada optimalisasi gerakan P4GN.

“BNN Kota Yogyakarta belum memiliki bangunan kantor permanen sehingga beberapa fasilitas pokok belum bisa terakomodir. Misalnya sel tahanan bagi para tersangka pengedar maupun bandar serta klinik rehabilitasi bagi para pecandu narkoba,” tandasnya. (sol)



Selasa, 05 Mar 2019, 20:24:18 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1015 View
Sekali Ngebor Habiskan Air Puluhan Tangki
Selasa, 05 Mar 2019, 20:24:18 WIB Oleh : Sari Wijaya 722 View
Hadapi Revolusi Industri dengan Berbagai Cara
Selasa, 05 Mar 2019, 20:24:18 WIB Oleh : Endri Yarsana 825 View
Komisioner Bawaslu Masuk Pasar Bagikan Stiker

Tuliskan Komentar