Kamis, 23 Sep 2021,


wajah-malioboro-berubah-saat-malam-gelap-mencekamKawasan Malioboro saat pemadam lampu penerangan pada malam hari. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Wajah Malioboro Berubah Saat Malam, Gelap Mencekam

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Sabtu (3/7/2021) telah merubah wajah Kota Yogyakarta, terlebih saat malam hari. Taman dan pedestrian penuh lampu di kawasan Tugu Pal Putih yang menjadi spot yang baru selesai dipercantik akhir 2020 silam dibuat gelap mencekam.


Ditambah, lampu jalanan sepanjang Jalan Mangkubumi ke Selatan pun dipadamkan. Kawasan Malioboro tidak kalah mencekam, selain ikut dipadamkan, akses jalan menuju kawasan ikon pariwisata ini pun ditutup.


Berdasar pantauan koranbernas.id Selasa (6/7/2021) dini hari, penutupan ini masih berlangsung. Beberapa pengendara mulai membuka sendiri barikade seukuran kendaraan roda dua membuat celah jalan di kawasan Babon Anim maupun jembatan Kerk Werk untuk memintas ke Malioboro.

Beberapa petugas Satuan Polisi Pamong Praja masih tampak berjaga-jaga di ruas jalan Malioboro hingga Nol Kilometer,  tidak lagi memberikan tindakan ke pengendara yang justru cenderung melaju kencang karena sepi.


Langkah pemadaman lampu kota dan taman ini diambil oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta selama PPKM guna mengurangi kerumunan yang sering kali terjadi di kawasan tersebut.

“Untuk Malioboro memang kita lakukan pembatasan akses, dan mematikan lampu taman. Yaitu dengan menutup akses jalan menuju Malioboro dan mematikan lampu taman,” ujar Heroe Poerwadi, Wakil Walikota Yogyakarta, Senin (5/7/2021).

Selain mematikan lampu taman setiap malam, menurut  Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta tersebut, Pemkot juga melakukan penyemprotan disinfektan di sepanjang kawasan Malioboro. Tujuannya untuk meningkatkan kepatuhan warga agar tidak nongkrong dan melakukan kegiatan yang tidak perlu di kawasan tersebut.

Kebijakan yang sama akan diberlakukan Pemkot di titik lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Bahkan bila perlu dilakukan penyekatan di titik-titik   kumpul orang.

“Langkah ini dilakukan dinamis, merespons perkembangan kondisi. Intinya jika masih ada titik kumpul orang, ya harus segera ditertibkan. Jika jumlah orang banyak, ya dilakukan penyekatan. Jika digunakan nongkrong, ya lampu dimatikan," tandasnya.

Menurut Heroe, dalam pelaksanaan PPKM Darurat masih ditemukan adanya pelanggaran. Satgas pun langsung membubarkan warga yang nongkrong.

Dia berharap penutupan dan pembatasan akses di Malioboro menjadi  simbol semua pihak mentaati aturan PPKM Darurat. Selain Malioboro, tempat-lain lainnya juga dilakukan operasi, patroli dan penertiban.

“Di Alun-alun Utara sejak hari pertama tidak ada penjual dan orang yang nongkrong karena ditunggu tim satgas kota dan kemantren. Begitu juga titik-titik kumpul lainnya kita lakukan penertiban,” jelasnya.

Heroe menambahkan, Pemkot terus melakukan penyekatan di perbatasan Kota Yogyakarta. Di antaranya Jalan Solo, Jalan Magelang, Wirobrajan dan Jalan Parangtritis.

Ini dilakukan untuk menapis kendaraan dari luar kota yang akan masuk ke Kota Yogyakarta. Kendaraan dari luar kota yang masuk harus  menunjukkan kartu vaksinasi, antigen/PCR yang berlaku, KTP dan tujuan kedatangannya. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini