atas1

UMKM Otot Masa Depan Ekonomi Indonesia

Kamis, 13 Des 2018 | 01:33:46 WIB, Dilihat 482 Kali - Oleh Rosihan Anwar

SHARE


UMKM Otot Masa Depan Ekonomi Indonesia Dalam menghadapi era industri 4.0, pengusaha UMKM diharapkan mampu beradaptasi dan memiliki kompetensi yang unggul di era digital saat ini. Hal itu terungkap dalam diskusi publik, Rabu (12/12/2018) siang, yang menghadirkan ratusan pelaku UMKM di DIY.(rosihan anwar/koranbernas.id)

Baca Juga : Ini Cara Mahasiswa Jawab Kedaulatan Energi


KORANBERNAS.ID -- Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP Apindo) DIY, Buntoro, berani menyatakan jika Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan jantung penggerak ekonomi di Indonesia. UMKM yang disebut Buntoro sebagai industri kecil, juga merupakan inti masa depan ekonomi Indonesia.

“Kenapa industri kecil, kenapa bukan petani kecil? Mengapa industri kecil karena SDM-nya itu tersedia banyak. Kita lihat saat ini, lulusan SMK masih banyak yang menganggur. Jadi, SDM untuk membentuk industri kecil seperti UMKM sangat besar,” kata Buntoro, Rabu (12/12/2018) siang.

Berbicara pada diskusi publik bertema “Peran Pengusaha dalam Mengembangkan UMKM : Peluang dan Kendalanya” yang diselenggarakan di The Rich Jogja Hotel, Buntoro menyebutkan industri kecil mempunyai sejumlah keunggulan jika dibandingkan dengan pengembangan agraris.

“Misalnya industri kecil tidak perlu lahan yang luas. Kalau petani 1.000 meter persegi untuk menanam sayur, maka industri bisa dimulai dari rumah masing-masing. Selain itu menyerap tenaga kerja lebih banyak, karena kita bisa memanfaatkan rumah tangga-rumah tangga untuk membuat produk yang memiliki nilai tambah,” tutur Ketua DPP Apindo DIY itu.

Oleh sebab itu, pemilik perusahaan PT Mega Andalan Kalasan (MAK) ini mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan UMKM, khususnya di era industri digital 4.0 yang saat ini tengah marak. Apindo juga siap melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM di era digitalisasi guna menyejahterakan kehidupan masyarakat khususnya di wilayah DIY.

“Apindo juga mengingatkan pentingnya pendampingan kepada pelaku UMKM dari invasi produk-produk China yang saat ini membanjiri pasar di Indonesia,” ungkapnya.

Strategi yang akan dilaksanakan Apindo antara lain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan akses pembiayaan dan skema pembiayaan, meningkatkan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran, penguatan kelembagan usaha serta peningkatan kemudahan kepastian dan perlindungan hukum.

“Untuk itu diperlukan sinergi antara pemerintah, pengusaha, pakar ekonomi, pelaku UMKM serta stake holder lain untuk memajukan UMKM dari persaingan global,” tandas Buntoro.

Manajer Pelaksana dan Pengembangan UMKM Bank Indonesia, Andi Andiningtyas Palupi, kepada sejumlah media usai menjadi pembicara mengungkapkan, Bank Indonesia sangat memperhatikan nasib UMKM di Indonesia, termasuk di Yogyakarta.

Andi Palupi menyebutkan salah satu program yang dilakukan Bank Indonesia (BI) untuk UMKM di DIY adalah memperkenalkan teknologi digital untuk pemasaran produk UMKM.

“Sebagai pengguna internet terbesar kelima di dunia ini, ternyata jumlah UMKM yang menggunakan internet baru 8,9 persen. Nah, kemana yang 91 persen lainnya? Oleh karena itu, Bank Indonesia mendorong agar UMKM di DIY sudah mulai memanfaatkan teknologi digital ini di era 4.0,” katanya saat diwawancarai Koran Bernas.

Sementara itu, Dr Panutan S Sulendrakusuma, yang juga hadir sebagai pembicara pada diskusi publik yang diprakarsai Jaya Sejati Mandiri, mengungkapkan, Indonesia akan masuk dalam 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030 mendatang. Sebab itu penting road map atau peta jalan Indonesia 4.0 yang mendorong percepatan revolusi industri 4.0 di Tanah Air.

Terlebih lagi menurut Panutan, Indonesia akan menghadapi bonus demografi serta kebutuhan yang cepat untuk menyediakan lapangan pekerjaan tambahan.

“Indonesia akan berfokus pada lima sektor utama untuk penerapan awal dari teknologi ini yaitu makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia industri, dan elektronik,” ungkapnya.

Dari lima sektor itu, Panutan menilai, UMKM akan memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak perekonomian nasional. (yve)



Kamis, 13 Des 2018, 01:33:46 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 455 View
Ini Cara Mahasiswa Jawab Kedaulatan Energi
Kamis, 13 Des 2018, 01:33:46 WIB Oleh : W Asmani 619 View
Ingin Pakai Hak Pilih? Tak Perlu Pulang Kampung
Rabu, 12 Des 2018, 01:33:46 WIB Oleh : Rosihan Anwar 802 View
Ganja dan Pil Koplo Marak Sepanjang Tahun 2018

Tuliskan Komentar