atas1

Tiga Tahun Lagi Pensiun, Guru SD Malah Dibui

Selasa, 30 Jul 2019 | 19:35:13 WIB, Dilihat 1800 Kali
Penulis : Nanang WH
Redaktur

SHARE


Tiga Tahun Lagi Pensiun, Guru SD Malah Dibui Petugas menunjukan tersangka dan barang bukti perkara pelecehan seksual, dengan korban siswa sekolah dasar. (Humas Polres Kebumen)

Baca Juga : Ingat Jenderal Sudirman, Radikalisme Tak Bakal Subur


KORANBERNAS.ID--Polsek Karanganyar, Polres Kebumen menahan seorang oknum guru di salah satu SD di Kecamatan Karanganyar. Guru PNS yang hampir pensiun ini, diduga melakukan pelecehan seks terhadap salah seorang siswinya, Perbuatan diduga dilakukan lebih dari 5 kali di ruang kelas korban, saat jam istirahat.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Kebumen Kompol Suparno kepada wartawan, Selasa (30/7/2019) menjelaskan, guru sekolah dasar di Karanganyar dengan inisial MI (56) Warga Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen diamankan polisi, Selasa (16/7/2019), sekitar pukul 12.00 wib di Karanganyar. Penangkapan dilakukan setelah ibu korban melapor ke polisi.

“Hasil pemeriksaan penyidik, tersangka melakukan tindakan asusila kepada muridnya sebanyak 7 kali. Perbuatan itu dilakukan di dalam kelas korban,” kata Suparno yang didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kebumen AKP Edy Istanto dan Kapolsek Karanganyar AKP Mawakir

Agar perbuatannya tidak terendus, tersangka mengancam korban akan dikeluarkan dari sekolah jika melaporkan perbuatannya itu. Diungkapkan, karena keterbatasan ekonomi orangtuanya, korban selalu di dalam kelas, meski dalam posisi istirahat belajar.

Ia tidak pergi ke kantin seperti temannya dan lebih memanfaatkan waktu luangnya untuk tetap belajar di dalam kelas. Situasi sepi itu dimanfaatkan tersangka untuk melakukan perbuatan jahatnya terhadap anak yatim ini.

Perbuatannya diduga dilakukan tersangka pada Februari dan Maret 2018 silam. Aksinya terbongkar ketika korban menceritakan perbuatannya kepada temannya dan selanjutnya diteruskan ke orangtuanya.

Kepada penyidik, oknum guru yang sudah menduda 9 tahun menyesali perbuatannya. Tersangka yang tiga tahun lagi akan memasuki masa purna, harus mendekam dibalik jeruji besi penjara. Tersangka dijerat dengan Pasal 81 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. “Tersangka diancam kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,”kata Suparno. (SM)



Selasa, 30 Jul 2019, 19:35:13 WIB Oleh : Rosihan Anwar 835 View
Ingat Jenderal Sudirman, Radikalisme Tak Bakal Subur
Selasa, 30 Jul 2019, 19:35:13 WIB Oleh : Nanang WH 8242 View
Gempa Besar Lebih 10 Detik, Jangan Tunggu Peringatan Tsunami
Selasa, 30 Jul 2019, 19:35:13 WIB Oleh : Nila Jalasutra 585 View
Perempuan Afghanistan Ini Belajar Pemberdayaan Ekonomi ke Moyudan

Tuliskan Komentar