Selasa, 15 Jun 2021,


terjadi-kesenjangan-jaringan-internet-ini-saran-joe-eganEVP Nelnet International, Joe Egan. (istimewa)


Warjono
Terjadi Kesenjangan Jaringan Internet, Ini Saran Joe Egan

SHARE

KORANBERNAS.ID,  JAKARTA -- Kesenjangan jaringan internet antara wilayah perkotaan dan pedesaan serta antarpulau, perlu memperoleh perhatian dan solusi segera dari pemerintah. Kesenjangan jaringan komunikasi internet ini akan menjadi persoalan serius seiring perubahan sistem pembelajaran dan bisnis, sebagai dampak dari pandemi Covid-19.


EVP Nelnet International, Joe Egan, mengatakan pengembangan pendidikan di Indonesia yang bertumpu pada teknologi, masih akan menghadapi tantangan salah satunya dari kesiapan jaringan telekomunikasi internet yang merata.


Menyitir data Indonesian Internet Providers Association, Joe mengungkapkan pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 196 juta penduduk.

“Kita juga sadar terjadi disparitas jaringan antara penduduk perkotaan dan penduduk pedesaan. Diperlukan kerja sama antara pemerintah dan swasta untuk membangun jaringan infrastruktur di daerah rural. Akses jaringan saat ini dan pasca-Covid-19 akan menjadi sangat penting untuk penyelenggaraan pendidikan bagi siswa dan keluarganya,” kata Joe Egan, Rabu (31/3/2021).


Joe menambahkan, peranan teknologi dalam dunia pendidikan, akan semakin penting. Berdasarkan pengalaman Nelnet, teknologi berperan meningkatkan kualitas pendidikan.


“Teknologi memberi kesempatan bagi universitas dan sekolah, untuk mengelola operasional, meningkatkan kualitas penyelenggaraan jasa pendidikan dan membangun komunikasi antara mahasiswa, staf dan keluarga. Cara mengelola dan menyelenggarakan pendidikan saat ini sudah berubah. Perubahan didorong oleh teknologi, inovasi dan ekonomi digital. Universitas perlu menyesuaikan pola pengelolaannya dan perlu memberi jasa pendidikan yang menyesuaikan dengan harapan siswa dan perekonomian. Teknologi akan membantu universitas untuk lebih menyiapkan mahasiswa menghadapi ekonomi baru,” paparnya.


Joe Egan mengakui dampak pandemi sangat besar terhadap semua sektor, termasuk dunia pendidikan. Dia menyarankan, setiap universitas atau lembaga pendidikan tinggi perlu memahami kebutuhan pelanggan mereka, mengintegrasikan dengan kebutuhan dan harapan keluarga dan siswa serta proses usaha.

Khususnya universitas, perlu menyesuaikan dan beradapatasi dengan teknologi terbaru, untuk menyelenggarakan proses pendidikan di tantangan zaman saat ini.

“Kami menyadari betul persoalan ini. Kami menghadirkan platform pendidikan dan perdagangan yang kuat, yang menyatukan strategi, orang, proses dan teknologi. Kami mendukung pelanggan sektor pendidikan, pemerintah daerah, dan perawatan kesehatan, untuk membangun usaha mereka yang berfokus pada masa depan. Sebagai divisi dari Nelnet Business Services Inc, kami melayani lebih dari 11.000 sekolah K-12 dan 1.200 institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia,” kata dia. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini