atas1

Tentara Langit Familia Bantah Merusak Rumah Warga

Rabu, 26 Des 2018 | 06:56:13 WIB, Dilihat 4121 Kali
Penulis : Sari Wijaya
Redaktur

SHARE


Tentara Langit Familia Bantah Merusak Rumah Warga Bambang Prastowo Ketua Tentara Langit Familia. (Istimewa)

Baca Juga : Banjir Kiriman Terjang Tembalang dan Meteseh


KORANBERNAS.ID--Laskar Tentara Langit Familia membantah melakukan perusakan rumah warga di Dusun Jetak, Desa Ringinharjo, Bantul, pada Minggu (23/12/2018) sore. Tentara Langit Familia juga tidak merusak fasilitas umum di sepanjang jalur pulang usai acara Bersih Pantai di Pantai Cangkring, Srandakan.

“Pernyataan sikap ini kami berikan terkait dengan banyaknya informasi yang berkembang di masyarakat yang menyudutkan kami Tentara Langit Familia maupun lascar PDIP yang lain melakukan perusakan rumah maupun fasilitas umum,”kata Ketua Tentara Langit Familia, Bambang Prastowo dalam pernyataan resmi kepada koranbernas.id, Selasa (25/12/2018) sore.

Namun apabila dikemudian hari setelah klarifikasi dan pernyataan sikap yang dibuat ini ternyata terdapat bukti-bukti kuat dimana ada anggota laskar Tentara Langit Familia dalam perjalanan pulang melakukan perusakan rumah warga dan fasilitas umum sebagaimana yang dimaksud, maka Pengurus siap untuk membantu pihak aparat kepolisian.

“Kami akan menyerahkan anggota kami yang melakukan perusakan rumah warga dan fasilitas umum kepada Polres Bantul untuk selanjutnya di proses sesuai hukum yang berlaku,”tandasnya.

Keyakinan bahwa anggota laskar tidak melakukan perusakan menurut Bambang berdasarkan beberapa fakta yang telah mereka himpun.

Diantaranya, fakta pada Minggu 23 Desember 2018, Tentara Langit Familia mengadakan acara Bersih Pantai Cangkring dimana acara tersebut sudah dikoordinasikan dan mendapatkan izin dari pihak-pihak terkait pada umumnya dan Polres Bantul pada khususnya .

Bahwasanya acara tersebut diikuti oleh seluruh anggota Tentara Langit wilayah DIY, mengundang perwakilan laskar-laskar PDI Perjuangan di wilayah Bantul dan dihadiri oleh Esti Wijayati (DPR RI) dan Joko Purnomo (DPRD DIY).

Untuk Bersih Pantai Cangkring, dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 15.00 WIB sesuai jadwal yang sudah dikoordinasikan dan disepakati.

Sesuai kesepakatan Panpel Bersih Pantai Cangkring dengan Polres Bantul bahwasanya area Pantai Cangkring harus sudah steril sebelum pukul 16.00 WIB, maka pada pukul 15.30 WIB tepat, rombongan peserta bersih pantai pada umumnya dan rombongan Tentara Langit Familia pada khususnya mulai bergerak meninggalkan area Pantai Cangkring .

Di sepanjang perjalanan pulang, tertib berlalu lintas dan selalu mengikuti rute yang diarahkan pihak kepolisian Polres Bantul. Setibanya mereka di pertigaan Jodog,Bantul oleh aparat kepolisian diarahkan ke utara menuju perempatan Jetak, Desa Ringinharjo.

Namun sekitar 50 meter selatan perempatan Jetak, Desa ringinharjo, Kecamatan Bantul, Bantul, mereka dihadang oleh sekitar 50 orang bersenjata tajam, yang menunggu dan melakukan blokade tepat di perempatan Jetak, Desa Ringinharjo.

Melihat penghadangan tersebut, Tentara langit Familia memutuskan untuk berhenti di sekitar 50 meter selatan perempatan Jetak.

“Bahwasanya keadaan menjadi ricuh, disaat 50 orang yang bersenjata tajam yang melakukan penghadangan tersebut mulai melakukan pelemparan batu dan kelereng yang indikasinya ditembakkan menggunakan ketapel,”terang Bambang.

Maka rombongan Tentara Langit Familia yang semula berhenti, memutuskan bahwa tidak ada pilihan lain, selain melawan aksi yang dilakukan oleh sekelompok massa tersebut.

Pihak kepolisian polres Bantul yang berjaga di perempatan Jetak, menyikapi aksi perang lempar batu tersebut ,dengan menembakkan gas air mata, sehingga memukul mundur rombongan Tentara Langit Familia ke selatan dan selanjutnya pihak kepolisian membuat barikade tepat di sisi utara perempatan Jetak Desa.

Kemudian perwakilan PP Tentara Langit Familia mengadakan dialog dengan Polres Bantul dipimpin langsung oleh Kapolres Bantul.

Tentara Langit mengutarakan point penting bahwa mereka hanya ingin pulang ke rumah masing-masing dan siap mengikuti segala arahan dari Polres Bantul.

Saat itu Polres Bantul memberikan solusi dan arahan agar mereka bersabar menunggu bantuan tambahan personel Polres Bantul tiba di lokasi kejadian dan meneruskan perjalanan pulang selepas adzan magrib berkumandang dengan dikawal aparat kepolisian._

Selama menunggu sesuai instruksi dari Polres Bantul tersebut, Tentara Langit Familia, menunggu dengan duduk di atas motor masing-masing, duduk berjajar dipinggir jalan, dengan mematikan semua mesin kendaraan dan tidak melakukan gerakan lain apapun.

Pada pukul 17.20 WIB bantuan tambahan personel dari polres Bantul tiba di lokasi kejadian, untuk selanjutnya memukul mundur sekelompok massa yang melakukan penghadangan untuk kembali ke rumah masing-masing.

“Selepas adzan magrib, Tentara Langit Familia mulai bergerak meneruskan perjalanan pulang, dari perempatan Jetak, Desa Ringinharjo ke arah timur, dengan kawalan ketat aparat kepolisian Polres Bantul. Tanpa membunyikan suara knalpot seperti saat perjalanan berangkat tadi pagi, demi mengkondusifkan keadaan dan menghormati warga sekitar,” tandasnya.

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Rudi Prabowo SIK mengatakan terkait kasus di Jetak, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik rumah yang rusak Sudarman dan 4 saksi yang berada di lokasi kejadian.

“Kita baru melalukan pemeriksaan dari korban dan juga saksi yang berada di lokasi kejadian. Total 5 orang,”kata Kasat.

Sehingga belum ada satupun yang jadi tersangka atau ditahan. (SM)



Rabu, 26 Des 2018, 06:56:13 WIB Oleh : B Maharani 3115 View
Banjir Kiriman Terjang Tembalang dan Meteseh
Selasa, 25 Des 2018, 06:56:13 WIB Oleh : Sari Wijaya 905 View
KSEI dan 105 Pelaku Pasar Modal Jalin Kerjasama
Selasa, 25 Des 2018, 06:56:13 WIB Oleh : Sari Wijaya 1105 View
Terkait Pemilu, Ini Larangan bagi Masjid

Tuliskan Komentar