Rabu, 26 Jan 2022,


tembang-the-black-superman-merambah-desaPeserta kampanye Germas di Kecamatan Prembun, Selasa (13/11/2028) mengikuti senam dengan iringan lagu The Black Superman. (istimewa)


nanang
Tembang The Black Superman Merambah Desa

SHARE

KORANBERNAS.ID  -- Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digulirkan Kementerian Kesehatan, membawa masyarakat pedesaaan dan perkotaan mengenal  tembang The Black Superman.


Lagu tentang  petinju legendaris dunia Muhammad Ali yang yang dinyanyikan Johny Wakelin diiringi The Kinshasha Band itu, menjadi iringan senam massal warga saat mengikuti program Germas.

  • Sulitnya Awasi Pembelian Solar Bersubsidi
  • Sempat Kesulitan Dana, Tim Rajawali ke Jakarta

  • Gerakan senam mengadopsi gerakan olahraga tinju dengan beragam pukulannya. Tidak sulit menirukannya, peserta cukup melihatnya pada slide di layar lebar.

    “Senam hanya salah satu dari sembilan kegiatan masyarakat agar hidup sehat,“  kata  Hj Y Rini Kristiani Mkes, Kepala Dinas Kesehatan Kebumen saat kampanye Germas putaran terakhir tahun 2018 di Kecamatan Prembun, Selasa (13/11/2018).

  • TMMD Selesai dengan Hasil Memuaskan
  • SMAN 1 Purbalingga Peringkat Pertama UNBK

  • Sebagian besar desa, bahkan semua desa di Kabupaten Kebumen, masyarakatnya telah melaksanakan senam semacam ini.

    Agar kegiatan itu berkelanjutan, menurut Rini Kristiani, pemerintah desa bisa mengalokasikan  anggaran untuk honor pelatih  atau pemandu  senam.

    Kegiatan Germas lainnya berupa cek kesehatan, untuk mewujudkan hidup sehat. Cek kesehatan yang bisa difasilitasi pemerintah desa meliputi cek gula darah dan kolesterol.

    Sedangkan pengadaan alat cek kesehatan, menurut Rini Kristiani, bisa bersumber dari anggaran Dana Desa. Peralatan yang harganya tidak mahal itu menjadi aset desa, tapi dimanfaatkan  untuk warga desa.

    Rini membantah kampanye tidak merokok dalam program itu sebagai “perang“ pemerintah melawan pabrik rokok dan petani tembakau.

    Di Kabupaten Kebumen, pengaturan tentang merokok dan perdagangan rokok terdapat dalam Peraturan Daerah  Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR).

    “Kabar pemerintah perang melawan pabrik rokok dan petani tembakau itu hoak,“ kata Rini Kristiani.

    Sejumlah desa membuat turunan dari perda tersebut dalam bentuk Peraturan Desa tentang KTR. Hingga sekarang sudah 27 desa memiliki Perdes tentang KTR.

    Yang pasti, perda dan perdes hanya mengatur kawasan dilarang merokok, bukan perda larangan merokok.

    Kawasan dilarang merokok di antaranya tempat pendidikan, tempat kerja, tempat umum dan tempat bermain anak.

    Di luar itu dibolehkan merokok, tetapi agar hidup sehat untuk diri sendiri dan orang lain, menurut Rini Kristiani,  sebaiknya tidak merokok. (sol)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini