tas-kayu-cantik-tapi-ringan-dari-bantulKayu ternyata bisa dijadikan tas, dompet dan varian lain seperti buatan perajin di Dusun Dadapbong, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan Bantul. (Sari Wijaya/koranbernas.id)


sri-wijaya

Tas Kayu Cantik Tapi Ringan dari Bantul


SHARE

KORANBERNAS.ID--Selama ini orang mengenal tas maupun dompet berbahan kain, kulit, vynil, plastik dan bahan lain non kayu.

Namun di tangan pemilik “Ruaya”, Dodi Andri (25 tahun), kayu bisa disulap menjadi tas dan dompet. Bahkan beragam produk lain seperti jam tangan, kontainer atau boks serta penjepit kertas.


Baca Lainnya :

Ditemui di workshopnya Dusun Dadapbong, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan Bantul, dalam acara “Dinamika Desa” gelaran Kantor Kominfo, Kamis (18/7/2019) siang, Dodi mengaku mulai membuat tas kayu dan produk lainya tersebut di tahun 2017.

“Ruaya” mulai berdiri tahun 2014 dengan produk speaker pasif. Namun, usahanya tersebut tidak berkembang dengan baik lantaran pasar mengalami titik jenuh dan lesu.


Baca Lainnya :

“Saya saat itu berpikir mencari ide dan menemukan jawaban bahwa yang suka belanja itu perempuan. Maka saya tercetus membuat tas dan dompet dengan memanfatkan potensi sekitar, yakni melimpahnya kayu. Sehingga munculah produk ini,” kata Dodi.

Kendati latar belakang ilmunya adalah teknik, namun dengan ketekunan dan dibantu para perajin yang andal, kini produk Dodi sudah mencapai 17 varian dengan harga mulai Rp 600.000 untuk tas tangan hingga Rp 1,2 juta untuk tas ukuran besar. Ruaya juga memproduksi interior rumah.

Selain memajang di workshopnya, Ruaya juga mendorong pemasaran dengan membuka website serta market place. Strategi ini melengkapi komitmennya untuk menjaga kualitas produk, sehingga mampu menembus pasar luar negeri. Diantaranya ke Irlandia, California, Yunani hingga Seatle.

“Tapi mayoritas pemasaran kita tetap di dalam negeri, khususnya Jakarta,” katanya.

Selain pemasaran yang sudah luas, untuk bahan baku dirinya mengaku tidak kesulitan. Ruaya selalau menerima pasokan bahan baku dari petani lokal yakni kayu Mindi.

“Pertimbangannya, kalau kayu lain itu berat. Jadi keluhan tas kayu berat itu tidak ada di produk kami,”katanya.

Setiap bulan, Ruaya menyerap kayu 4 kubik. Bahan baku lain sebagai kombinasi adalah kulit asli dengan kualitas baik.

Untuk produksi, Dodi dibantu 4 orang untuk tukang kayu dan 3 karyawan untuk bagian kulit. Jika dihitung mulai kayu mentah hingga jadi, rata-rata satu produk membutuhkan proses pembuatan 2 hari. (SM)


TAGS:

SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini