target-2024-bantul-kabupaten-layak-anakFGD Kapanewon dan Kalurahan Layak Anak di Mandala Saba Madya Gedung Induk Lantai 3 Kompleks Parasamya Pemkab Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Target 2024, Bantul Kabupaten Layak Anak

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Bantul menggelar kegiatan Focus Group Discusion (FGD) di Mandala Saba Madya Gedung Induk Lantai 3 Kompleks Parasamya, Selasa (22/11/2022).


Acara itu dibuka Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih serta diikuti 17 panewu dan 75 lurah se-kabupaten tersebut. Dalam kesempatan ini dilakukan ekspose hasil monitoring yang dilakukan ke kalurahan dan kapanewon terkait dukungan menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) sesuai target Pemkab Bantul tahun 2024.

  • Chef Hotel Bintang Lima Latih Ibu-ibu di Desa
  • Geguritan Angin Semilir Saka Pesisir Kidul Diluncurkan

  • Saat ini Bantul berada pada posisi Nindya. Tahun 2023 target menuju kategori Utama dan 2024 menjadi KLA (Kabupaten Layak Anak).

    “Masih saja ada yang bertanya apa penting dan manfaat KLA? Kita ini bangsa yang diamanahi UUD 1945 untuk mewujdukan cita-cita besar Bangsa Indonesia yakni generasi penerus agar memiliki daya saing. Untuk tercipta generasi yang memiliki daya saing maka hak  mereka harus terpenuhi yakni  sehat, cerdas, sejahtera. Untuk mewujudkan itu, anak-anak harus dilindungi karena mereka calon penerus bangsa,” kata bupati.

  • Pripun Kabare Enak Jamanku To..
  • Harlah Laskar Diponegoro Diperingati

  • Muara dari KLA adalah tiadanya gizi buruk pada anak di Bantul, tidak ada kekerasan dan bullying, tiadanya  pernikahan dini, tiadanya anak putus sekolah, tidak adanya anak yang sakit tidak terobati dan lainnya.

    Jadi, KLA untuk memberikan hak-hak pada anak. “Jika itu hak, maka harus ada pihak yang melaksanakan kewajiban, dan itulah kita-kita semua pemerintah mulai kalurahan, kapanewon dan kabupaten bersama-sama bersinergi mewujudkan itu,” katanya.

    Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, Afif Umahatun SH, mengatakan kalurahan dan kapanewon di Bantul belum semua mengimplementasikan program perlindungan anak sebagaimana deklarasi ramah anak yang sudah dilaksanakan.

    “Jadi memang implementasi dari komitmen tersebut belum semua dilakukan. Maka sekarang kami melakukan evaluasi, dengan harapan ini menjadi pengingat kepada kalurahan dan kapenewon untuk melakukan komitmen yang sudah dideklarasikan bersama beberapa waktu lalu,” kata Afif.

    “Kalurahan itu ada 14 parameter dan  kapanewon ada 17 parameter yang kemudian kita peras menjadi tiga yang menjadi representasi semua,” sambung Afif.

    Pertama, terkait regulasi yakni kalurahan dan kapanewon agar memiliki aturan terkait perlindungan dan hak anak. Kedua, dukungan sarana dan prasarana sebagai tindak lanjut dari adanya regulasi tersebut. Ketiga, adanya program dan kegiatan yang melindungi hak-hak anak.

    “Kita telah melakukan monitoring di 17 kalurahan dan 17 kapanewon se-Bantul. Hasilnya masih perlu banyak dilakukan perbaikan. Di dalam ekspose ini kami tampilkan nama-nama kalurahan dan kapanewon dengan tujuan bisa menindaklanjuti kekurangan itu,” katanya.

    Di antaranya, tentang regulasi, papan informasi layak anak, ruang laktasi, ruang untuk forum anak yang representatif, ruang bermain anak yang memadai, kawasan bebas asap rokok, pojok baca dan sarana pertolongan pada kesehatan.

    Kepala DP3APPKB Bantul, Ninik Istitarini M Kes, mengatakan saat ini Bantul masuk kategori Nindya. Sebelumnya berstatus Madya.

    “Kalau dulu kita belum penilaian lapangan tapi ketika nanti Nindya menuju Utama akan ada kunjungan fisik lapangan dan pembuktian komitmen kita bersama mewujudkan KLA. Maka perlu kolaborasi semua pihak agar KLA di Bantul bisa terwujud termasuk peran serta dari kalurahan dan kapanewon,” kata Ninik. (*)


    TAGS: Bantul  KLA 

    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini