atas1

Tambak di Lahan Pantai Kini Harus Bayar Sewa

Jumat, 21 Jun 2019 | 22:19:35 WIB, Dilihat 2525 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Tambak di Lahan Pantai Kini Harus Bayar Sewa Salah satu lokasi tambak udang di Tegalretno merupakan habitat penyu. (nanang wh/koranbernas.id)

Baca Juga : Arus Bawah Menguat Kehendaki Megawati Ketum Lagi


KORANBERNAS.ID -- Pemanfaatan tanah negara di beberapa desa kawasan pantai selatan (pansela) Kabupaten Kebumen Jawa Tengah untuk tambak udang kini dikenai biaya sewa.

Ini setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melakukan sertifikasi tanah negara di tiga desa sehingga tanah itu menjadi Barang Milik Daerah (BMD). Status sertifikatnya Hak Guna Pakai (HGP).

“Biaya sewa yang sudah diterapkan Rp 1.500 per meter persegi per tahun,“ kata  Budiono, Kepala Bidang Perikanan Budi Daya, Dinas Perikanan dan Kelautan Kebumen kepada  koranbernas.id, Kamis (20/6/2019).

Sejak berkembang budidaya udang di pansela Kebumen empat tahun terakhir, pemkab belum bisa memungut sewa lahan meskipun area itu  tanah negara.

Budiono mengatakan, tanah negara yang sudah disertifikasi berada di Desa Tegalretno Kecamatan Petanahan. Tanah seluas 11 hektar itu untuk sementara bisa digunakan sebagai  tambak udang.

Ada rencana tanah milik Pemkab Kebumen dimanfaatkan menjadi kawasan industri Kebumen. “Selama belum digunakan untuk kawasan industri, tambak udang masih boleh di sana,“ kata Budiono.

Proses sertifikasi tanah negara sedang berjalan di Desa Tanggulangin dan Desa Jogosimo Kecamatan Klirong.  Luas tanah negara yang masih dalam proses sertifikasi mencapai 68 hektar.

Sebagian besar sudah dimanfaatkan untuk tambak udang. Meskipun baru dalam proses, Badan Pertanahan Nasional baru menerbitkan nomor induk sertifikat dan peta bidang. Pemanfaatan lahan di dua desa  bisa dikenai sewa.

“Ada sosialisasi lebih dahulu kepada pengguna lahan sekarang,“ kata Budiono.

Setelah sosialisasi, diterapkan biaya sewa  lahan di atas tanah dengan status BMD. Pemkab Kebumen tidak memungut retribusi pengunaan lahan karena tidak ada sarana dan prasarana yang dimanfaatkan petambak.

Berbeda dengan nelayan tangkap, dikenai retribusi karena Pemkab Kebumen membangun tempat pendaratan dan lelang ikan.

Budiono menambahkan budi daya udang di pansela Kebumen hasil panennya  cukup besar.  Dalam  setahun rata-rata panen udang siap konsumsi mencapai 1.200 ton dengan nilai Rp 150 miliar.

Sebagian besar komoditi diekspor ke beberapa negara seperti Jepang dan China. “Pengekspor datang ke sana, tidak ada sistem plasma,“ kata Budiono. (sol)



Jumat, 21 Jun 2019, 22:19:35 WIB Oleh : Sholihul Hadi 444 View
Arus Bawah Menguat Kehendaki Megawati Ketum Lagi
Jumat, 21 Jun 2019, 22:19:35 WIB Oleh : Nila Jalasutra 2483 View
Sultan Jadi Saksi Pernikahan Anak Bupati Sleman
Jumat, 21 Jun 2019, 22:19:35 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 8754 View
Siap-siap, Indonesia Bakal Punya Alutsista Baru

Tuliskan Komentar