atas1

Tak Mampu Beli, Pekerja Bangunan Ini Peroleh Hadiah HP dari Polisi

Jumat, 31 Mei 2019 | 22:43:54 WIB, Dilihat 3151 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Tak Mampu Beli, Pekerja Bangunan Ini Peroleh Hadiah HP dari Polisi Bhabinkamtibmas Desa Argorejo, Polsek Sedayu Bripka Murijan menyerahkan HP kepada pekerja bangunan Ahmad Mizan, Jumat (31/5/2019). (istimewa)

Baca Juga : Arus Mudik di Tol Bawen Mulai Ramai


KORANBERNAS.ID -- Seorang anggota polisi Brikpa Murijan dari Polsek Sedayu Bantul memberikan hadiah HP merek OPPO kepada seorang pekerja bangunan, Ahmad Mizan (20), Jumat (31/5/2019 di tempatnya kerjanya kawasan Stasiun Rewulu.

Penyerahan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Argorejo tersebut bersama Panit 2 Bhinmas Aiptu Alip Subana.  HP seharga Rp 1,5 juta itu diberikan oleh Bripka Murijan sebagai bentuk kasih sayang sebagai anggota polisi dan membantu sesama.

“Penerima yang kampung asalnya dari Kaliangkrik Magelang ini adalah orang tidak mampu. Dengan hadiah ini diharapkan bisa membangun komunikasi yang baik kepada keluarga maupun teman-temannya,” katanya.

Apalagi memang Bripka Murijan telah ngobrol sebelumnya dengan Ahmad Mizan yang tidak lulus SD. Dia ingin punya HP untuk keperluan komunikasi.

Namun pekerjaannya sebagai tukang bangunan tidak mencukupi untuk membeli barang itu. “Semoga setelah diberi hadiah kerjanya lebih semangat,” katanya.

Selain itu, juga bisa mendukung Kamtibmas di wilayah sekitar. Misalnya jika menemui sesuatu kejadian atau hal yang mencurigakan bisa berkomunikasi ke pihak kepolisian.

Beberapa hari sebelumnya, Bripka Murijan juga membagikan santunan bagi anak yatim dan bantuan untuk masjid total senilai Rp 3,6 juta.

“Ini adalah wujud kepedulian saya kepada sesama. Semoga barokah,” katanya. (sol)



Jumat, 31 Mei 2019, 22:43:54 WIB Oleh : Masal Gurusinga 318 View
Arus Mudik di Tol Bawen Mulai Ramai
Jumat, 31 Mei 2019, 22:43:54 WIB Oleh : W Asmani 702 View
Besek Raksasa Melayang-layang di Antara Pinus
Jumat, 31 Mei 2019, 22:43:54 WIB Oleh : Masal Gurusinga 289 View
Kondisi Pasar Jatinom Sangat Memprihatinkan

Tuliskan Komentar