susu-campur-kencing-unta-ternyata-populerJamaah umrah mendaki Jabal Nur menuju Gua Hira di puncaknya. (istimewa)


arie-giyarto

Susu Campur Kencing Unta Ternyata Populer

SHARE

KORANBERNAS.ID – Di Indonesia orang terbiasa minum susu sapi segar maupun olahan. Belakangan ini susu kambing Ettawa juga banyak diminati. Minum susu dipercaya membuat badan sehat lantaran kandungan gizi, nutrisi dan vitaminnya.

Di Madinah atau Mekkah, banyak orang terbiasa minum susu unta. "Ada jamaah kami dari Indramayu ingin minum susu unta dicampur kencing binatang khas tanah suci itu," kata Drg H Ircham Machfoedz dari tanah suci lewat sambungan telepon seluler, Kamis (16/5/2019).


Baca Lainnya :

Menurut pembimbing ibadah umrah ini, di luar sepengetahuannya ternyata di sana sangat populer menu susu unta plus kencingnya. Namun dia tidak mengetahui secara pasti apa manfaat dan risikonya terhadap kesehatan peminumnya.

Ircham yang sering ke tanah suci melaksanakan umrah maupun haji memang sering minum susu unta. Dia membeli langsung di peternakan sehingga masih fresh


Baca Lainnya :

Harganya? Cukup 5 Riyal Saudi. Rasanya enak, hangat  dan harum. Tetapi dirinya tidak pernah mengetahui ada kebiasaan minum susu plus kencingnya.

Foto bersama di puncak Bukit Marwa. (istimewa)

Saat jamaah yang dibimbingnya pergi ke Hudaibiyah, peternakan unta yang sangat terkenal itu ternyata tutup. "Selama bulan Ramadan peternakan tersebut tutup," kata Ircham.

Kepada jamaah tersebut dia menyampaikan tahun lalu pemerintah Saudi Arabia memperingatkan virus MERS (Muddle East  Respirstory Syndrome).

Jamaah diimbau tidak mendekati unta agar terhindar dari serangan pernafasan yang ditularkan oleh binatang tersebut.

Karena peternakan tutup, jamaah tersebut agak kecewa tidak bisa mendapatkan minuman yang dia inginkan.

Jamaah umrah usai melaksanakan salat Maghrib di masjid. (istimewa)

Anjuran WHO

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menganjurkan untuk tidak minum kencing unta karena bahaya virus MERS.

Dunia kedokteran modern juga mengingatkan hal itu meski belum ada penelitian dan uji klinis pada manusia.

Di sisi lain Ircham menunjuk ada hadist riwayat Bukhari yang menyebutkan Rasulullah SAW pernah memerintahkan penggembala unta dan sejumlah orang suku Ukael dan Uranah ketika sakit minum susu unta dan kencingnya.

Drg H Ircham Machfoedz MS MKes yang menekuni bidang Epidemologi tersebut tidak mengetahui apakah kebiasaan minum susu unta plus kencingnya itu acuannya hadist tersebut.

Hanya saja apabila mengacu pada dunia kedokteran modern, seyogianya jamaah tidak minum kencing unta. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini