atas1

Suplai Air dari Wadaslintang dan Sempor Mengkhawatirkan

Senin, 24 Jun 2019 | 17:34:27 WIB, Dilihat 1360 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Suplai Air dari Wadaslintang dan Sempor Mengkhawatirkan Volume air Waduk Sempor dalam kondisi kritis. (Nanang WH/koranbernas.id)

Baca Juga : Ratusan Abdi Dalem Sowan ke Sultan


KORANBERNAS.ID--Petani penggarap sawah berpengairan tehnis pada Musim Tanam (MT) II tahun 2019 ini, was-was dengan ketersediaan air irigasi yang bersumber dari Waduk Wadaslintang dan Waduk Sempor.

Dari 22.800 hektar realisasI tanam MT II, setidaknya ada 2950 hektar kekeringan. Diantaranya 1500 hektar sawah berpengairan tehnis.

Kekeringan seluas 397 hektar sawah berpengairan tehnis di Daerah Irigasi (DI) Sempor, disebabkan volume air Waduk Sempor yang berada 5 km utara Kota Gombong mengalami krisis. Volume air tinggal 7,5 juta meter kubik dari kapasitas maksimum 38 juta meter kubik.

Volume air sebanyak itu hanya cukup untuk 20 hari ke depan. Sehingga tanaman padi terancam puso.

Masalah itu diungkapkan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen Ifah Ismatul Banat dan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaaan Umum Penataan Ruang Kebumen Supangat. Keduanya dihubungi koranbernas.id secara terpisah, Senin (24/6/2019).

Hingga pekan lalu belum ada laporan tanaman padi puso karena kekeringan.

Ifah Ismatul Banat menyebutkan, laporan kekeringan sawah berpengairan tehnis diantaranya terjadi di Kecamatan Gombong seluas 210 hektar, Sempor 2 hektar, Sruweng 47 hektar, serta Adimulyo 138 hektar. Seluruhnya berada di di Sempor. Sedangkan kekeringan di sawah tadah hujan diantaranya di Ambal dan Mirit.

Petani di daerah yang mengalami kekeringan, berupaya mencari air dengan memompa air tanah atau air dari sungai terdekat. Cara ini selain membutuhkan biaya besar untuk bahan bakar minyak, juga tidak memadai untuk mencukupi air untuk tanaman padi.

Supangat mengatakan, ketersediaan Waduk Sempor hanya cukup untuk 20 hari ke depan, jika dialirkan 3 meter kubik per detik. Jika dialirkan 5 meter kubik per detik, hanya cukup paling lama sepekan mendatang.

Semestinya volume air Waduk Sempor sekarang ini, sudah dihentikan pengaliran untuk irigasi dan PLTA Sempor. Karena petani menuntut air dialirkan hanya 3 meter kubik per detik.

Hanya cukup untuk 20 hari ke depan, padahal setelah itu tanaman padi masih butuh air.

“Bendung-bendung yang ada, sungainya sudah tidak ada airnya. Mata airnya hilang pada musim kemarau,“ kata Supangat.

Ketersediaan ait Waduk Wadaslintang, menurut Supangat tidak ada masalah. Debit air yang dialirkan bisa 10 meter kubik detik. Kekeringan di dI Wadaslintang terjadi di daerah paling hilir, seperti di Petanahan dan Puring seluas 800 an hektar.

Hal ini terjadi karena tingkat kebocoran air di saluran induk dam saluran air di bawahnya, sehingga mempengaruhi debit air di hilir.

“Mendesak rehabilitasi saluran irigasi, menyeluruh tidak menyebar,” kata Supangat, (SM)



Senin, 24 Jun 2019, 17:34:27 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 1387 View
Ratusan Abdi Dalem Sowan ke Sultan
Senin, 24 Jun 2019, 17:34:27 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 684 View
Ngotot Tolak Zonasi, Orang Tua Kirim Surat Cinta
Senin, 24 Jun 2019, 17:34:27 WIB Oleh : Sari Wijaya 435 View
Ribuan Orang Meriahkan Resepsi Wong Cilik

Tuliskan Komentar