Rabu, 22 Sep 2021,


sudah-lima-dasawarsa-roket-indonesia-tertinggalPeserta Workshop Komurindo Kombat 2018 di UMY, Selasa (30/10/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)


yvesta
Sudah Lima Dasawarsa, Roket Indonesia Tertinggal

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Perkembangan teknologi roket di Indonesia masih tertinggal dari beberapa negara lain. Padahal perjalanan roket di negara uini sudah dimulai dari tahun 1960-an.


"Kurun waktu lima dasawarsa kemajuan roket jika dibandingkan negara berkembang lain seperti India, Indonesia masih cukup tertinggal. Padahal, waktu yang digunakan India untuk memulai penelitian teknologi roket tidak jauh berbeda dengan negara kita," ungkap Prof Dr Ir Sri Adiningsih MSi, Sekertaris Utama Lembaga Penerbangan dan  Antariksa Nasional (LAPAN) dalam Workshop Komurindo Kombat 2018 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (30/10/2018).

  • Teknik Cangkok tanpa Siram, Sebulan Keluar Akar
  • Yogyakarta Uji Coba Tanam Kopi di Lahan Perkotaan

  • Menurut Adiningsih, perkembangan teknologi roket di Indonesia juga masih bergantung dengan teknologi mancanegara. Campur tangan dari berbagai pihak untuk bersama–sama mendukung perkembangan roket supaya dapat menyusul negara lainnya pun dibutuhkan.

    LAPAN pun mengadakan Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) untuk seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Dengan adanya kompetisi Komurindo – Kombat sejak tahun 2007 diharapkan mampu menarik minat mahasiswa untuk menuangkan ide dan kreasi serta melakukan penelitian terhadap teknologi roket dan muatan.

  • Konyol, Data Penduduk Dibiarkan tanpa Perlindungan
  • Bangun PLTN, Pemerintah Jangan Takut Ditekan LSM

  • "Diharapkan masyarakat Indonesia tidak hanya bertumpu kepada LAPAN saja untuk urusan pengembangan roket, melainkan juga ada pihak-pihak dari industri yang ada di Indonesia untuk membantu perkembangan ke-antariksaan. Kemudian, ide segar dari anak – anak muda Indonesia sangat kami harapkan untuk membantu tumbuh kembang teknologi roket di tanah air,” tandasnya.

    Adiningsih menambahkan, pemerintah Indonesia telah memiliki rencana induk ke-antariksa-an melalui peraturan presiden nomor 45 tahun 2017 yang berlaku sampai 2040. Melalui peraturan presiden tersebut, pemerintah memiliki harapan 20 tahun mendatang bisa membangun bandar antariksa dan roket yang mampu untuk meluncur ke luar angkasa untuk kepentingan Indonesia.

    Kabag Humas LAPAN, Ir Jasyanto MM (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

    Ditambahkan Kabag Humas LAPAN, Ir Jasyanto MM, Komurindo-Kombat kali ini, sejak 31 Januari 2018 untuk mengumpulkan proposal penelitian yang akan mengikuti 2 tahap seleksi. Proposal yang sudah lolos seleksi tahap 2, akan mengikuti perlombaan peluncuran roket pada tanggal 21 – 25 Agustus 2019 di daerah Pameumpeuk, Kabupaten Garut. Kompetisi tahun ini diikuti oleh 276 orang yang terbagi menjadi 3 kategori yaitu Kategori Muatan Balon Atmosfer, Kategori Muatan Roket, dan Kategori Wahana Sistem Kendali.

    Sementara Hilman Latief MA PhD, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK UMY menucapkan selamat datang di UMY berharap kepada seluruh peserta bisa mengambil pelajaran secara langsung dari para ahli roket dan ke-antariksa-an.

    “Saya menghimbau kepada kalian semua untuk menggali informasi dan pengetahuan perihal antariksa dari para ahli yang nantinya bisa diterapkan pada alat buatan kalian,” ungkapnya.(yve)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini