atas1

Sudah Dibor, Air Tak Sampai ke Warga

Jumat, 08 Feb 2019 | 23:23:40 WIB, Dilihat 699 Kali - Oleh Masal Gurusinga

SHARE


Sudah Dibor, Air Tak Sampai ke Warga Salah seorang warga memanfaatkan air yang keluar dari sumur bor proyek pamsimas, Jumat (8/2/2019). (Masal gurusinga/koranbernas.id)

Baca Juga : Ini Dia Aturan Baru BPJS


KORANBERNAS.ID - Proyek pamsimas tahun 2018 di Desa Sukorini Kecamatan Manisrenggo Klaten masih menyisakan masalah. Meski pengeboran tanah dan pembangunan tower sudah selesai dilakukan namun air tidak kunjung sampai ke rumah warga.

Sebaliknya, air yang sudah mancur dari dalam tanah mengalir terbuang sia-sia begitu saja. Padahal menurut informasi proyek tersebut seharusnya sudah selesai pada bulan Januari kemarin.

Kepala Desa Sukorini, Siswanto menuding permasalahan itu terjadi karena anggaran dari pemerintah sebesar Rp 300 juta untuk proyek itu tidak cair.

 

"Untuk pamsimas Sukorini ada dua sumber dananya. Dari pemerintah Rp 300 juta dan pendampingan desa Rp 40 juta. Tapi dana dari desa sudah cair dan digunakan memasang jaringan sedangkan dari pemerintah Rp 300 juta tidak cair. Itu permasalahannya," kata Siswanto lewat telepon selular, Jumat (8/2/2019).

Dia menambahkan proyek pamsimas diwilayahnya pada awalnya digarap oleh TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Desa Sukorini. Namun dalam perkembangannya pengelolaannya diminta oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat). Kebetulan koordinator KSM juga mencalonkan diri sebagai bakal calon (balon) kades.

"Soal anggaran pamsimas, seribu perakpun saya tidak tahu. Sebab seluruh anggaran masuk ke bendahara KSM walapun tadinya ditransfer ke bendahara desa dulu. Saya cuma tanda tangan saja tapi uangnya ditransfer langsung ke bendahara KSM," jelas Siswanto.

Pada bagian lain, Eko Hari Cahyono yang disebut-sebut sebagai pengurus KSM pengelola pamsimas Desa Sukorini menjelaskan jika permasalahan proyek pamsimas di desanya akan dikonfirmasikan dulu ke pelaksana. "Kita hanya perencana. Sedangkan pelaksananya ada panitia sendiri," ujarnya

Sementara itu informasi yang dihimpun dari staf Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perwaskim) Klaten membantah pernyataan Kepala Desa Sukorini, Siswanto yang menyebut anggaran dari pemerintah belum cair.

"Dana pemerintah Rp 300 juta jelas sudah cair. Buat ngebor sumur, bangun tower dan jaringan induk. Itu sudah semua. Sedangkan dana pendampingan desa sekitar Rp 40 juta untuk pendampingan jaringan informasinya belum dibelanjakan semua," kata Agus Pancaji Sukarno dari Dinas Perwaskim.

Warga Desa Sukorini menyesalkan mandeknya proyek pamsimas itu. Mereka juga menyayangkan air yang keluar dari sumur bor terbuang sia-sia begitu saja. "Dari pada air terbuang sia-sia begitu saja kan bisa dialirkan ke rumah warga dengan memasang pipa paralon. Warga bisa menikmati air bersih dan pengelola juga punya pemasukan tiap bulan. Lha ini air terbuang begitu saja dan sayang sekali," kata beberapa warga di lokasi proyek pamsimas di belakang kantor kepala desa Sukorini. (yve)



Jumat, 08 Feb 2019, 23:23:40 WIB Oleh : W Asmani 1836 View
Ini Dia Aturan Baru BPJS
Jumat, 08 Feb 2019, 23:23:40 WIB Oleh : Nila Jalasutra 403 View
SIFFEX 2019 Seriusi Pasar Lokal
Jumat, 08 Feb 2019, 23:23:40 WIB Oleh : Nila Jalasutra 400 View
Pokjanal DBD Kampanyekan PSN Antisipasi Ledakan DBD

Tuliskan Komentar