Jumat, 17 Sep 2021,


sudah-ada-produk-bumdes-yang-menduniaStudi banding perangkat Desa Kecamatan Wirosari Grobogan Jawa Tengah di Yogyakarta. (istimewa)


sholihul
Sudah Ada Produk Bumdes yang Mendunia

SHARE

KORANBERNAS.ID – Seiring perkembangan zaman sejumlah desa berhasil melakukan optimalisasi potensi yang dimiliki desanya.


Setidaknya dari catatan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sudah ada  Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) berhasil memasarkan produknya ke luar negeri.

  • Dana Bagi Hasil Pajak Tak Transparan
  • Doa Tahlil dari Bantul untuk Mbah Moen

  • “Produk Bumdes sudah ada yang mendunia. Inilah salah satu bentuk sistem perekonomian yang berujung pada kesejahteraan masyarakat desa. Pemerintah memberikan dukungan,” ungkap Rikie dari Kemendagri.

    Saat menjadi narasumber bimbingan teknis dan studi banding 40 perangkat Desa Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan Jawa Tengah di Yogyakarta, dia menyampaikan ruang untuk mengelola Bumdes terbuka makin luas.

  • Ini Alasan UGM Terjun ke Dusun Wisata Sukunan
  • Rumah Nelayan Kebumen Dinding Bata Lantai Keramik

  • “Bumdes memiliki ruang sangat luas. Pengelola harus mampu mengoptimalkan potensi desa agar berkembang dan menjadi produk unggulan,” ujarnya pada

    Mau tidak mau pengelola Bumdes harus mampu membangun jejaring di tingkat lokal, nasional maupun internasional, dengan tetap berpatokan pada hukum serta perundang-undangan yang berlaku.

    Bimtek dan studi banding 40 orang kepala desa dan perangkat pengelola Bumdes Kecamatan Wirosari itu berlangsung dua hari hingga Rabu (7/8/2019).

    Desa Panggungharjo Sewon Bantul sebagai role model tingkat nasional pengelolaan Bumdes dijadikan sebagai lokasi kunjungan lapangan.

    “Kegiatan kita ini untuk menimba ilmu serta belajar dari keberhasilan mengelola Bumdes,” kata Muh Junaedi SPd,  Camat Wirosari.

    Saat ini 12 desa di kecamatan yang dia pimpin membutuhkan peningkatan dan pengoptimalan Bumdes.

    Sedangkan Tukiran dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Otonomi Daerah Unggulan (LKPOD) yang menyertai rombongan mengemukakan, para perangkat desa itu belajar mengenai pengelolaan potensi desa dan pengembangannya.

    Di Desa Panggungharjo mereka mempelajari cara mengolah sampah dan minyak jelantah menjadi produk menguntungkan. Selai itu, mereka juga melihat langsung proses produksinya. (sol)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini