Rabu, 28 Okt 2020,


sociopreneur-camp-2019-enam-hari-di-yogyakartaKonferensi pers penyelenggaraan Sociopreneur Camp (SPC) 2019, Kamis (1/8/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)


sholihul

Sociopreneur Camp 2019 Enam Hari di Yogyakarta


SHARE

KORANBERNAS.ID – Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Sociopreneur Camp (SPC) 2019. Acara ini berlangsung enam hari mulai Jumat hingga Rabu (2-7/8/2019).

Adapun peserta sejumlah 176 orang penerima manfaat Beastudi Etos angkatan 2017 dari 17 kampus se-lndonesia. Mereka mendapatkan materi yang dapat menambah pengetahuan mereka tentang sociopreneur.


Baca Lainnya :

Rangkaian SPC juga menjadi ajang membangun dan mempererat jaringan bagi para peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

“SPC 2019 digadang-gadang menjadi ajang yang tepat untuk menumbuhkan semangat sociopreneur di kalangan milenial,” ungkap Fherdes Setiawan, Manajer Beastudi Etos Dompet Dhuafa Pendidikan.


Baca Lainnya :

Pada konferensi pers di Koping Lantai 2 Jogjatronik Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta, Kamis (1/8/2019), dia menyampaikan SPC 2019 merupakan salah satu solusi membantu lndonesia mewujudkan negara ideal.

“SPC 2019 merupakan perhelatan tahunan yang mengundang beragam tokoh nasional guna membangkitkan keberanian para pemuda dalam menggapai mimpi mereka,” ujarnya.

Adapun tema SPC tahun ini adalah Milenial Sociopreneur Empowering Indonesia.

Menurut  Fherdes, pihaknya siap menghadirkan sejumlah narasumber untuk mengisi acara Inspiring Leadership Talk, di antaranya Prof Ir Panut Mulyono M Eng D Eng  (Rektor UGM), Bambang Suherman (Aktivis dan Pegiat Kemanusiaan), Dino Patti Djalal (Chairman of Foreign Policy of Indonesia), Urip Budiarto (Direktorat Keuangan inklusif, Dana Sosial Keagamaan dan Keuangan Mikro Syariah KNKS).

Selain Inspiring Leadership Talk para penerima manfaat juga mengikuti Talkshow Gerakan Pemberdayaan di Era Milineal dengan tema Milenial Sociopreneur Empowering Indonesia.

Pada sesi ini diundang sebagai narasumber Andreas Senjaya (CEO l-Grow), Andi Angger Sutawijaya (Direktur Turun Tangan Indonesia), Bambang Edi Prasetyo (Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta).

Untuk kegiatan Leader Sharing dihadiri Agung Pardini (GM Sekolah Kepemimpinan Bangsa, Dompet Dhuafa Pendidikan), M Syafi'ie eI-Bantanie (Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan) serta Team Building.

”Terdapat tiga tujuan utama yang kami targetkan sebagai output bagi para penerima manfaat antara lain membangun pemahaman dan wawasan penerima manfaat sebagai generasi milenial yang akan mengambil peran dalam mewujudkan lndonesia berdaya melalui pengoptimalan gerakan pemberdayaan dengan pendekatan teknologi dan inovasi,” paparnya.

Selai itu, juga meningkatkan kompetensi dan inovasi penerima manfaat dalam mengelola program pemberdayaan serta meningkatkan profil Pemimpin, Mandiri, Unggul, Disiplin, Akhlak Islami, dan Kontributif (Pemuda Kontributif).

Dia mengakui, generasi milenial saat ini dinilai sebagai penyumbang terbesar bonus demografi. Hal ini akan sangat mempengaruhi perjalanan bangsa di masa yang akan datang.

“Generasi milenial sebagai angkatan usia produktif akan menjadi motor penggerak utama dalam setiap gerakan pemberdayaan sebagai upaya mempercepat kemajuan negeri melalui pengembangan dan pembangunan masyarakat dengan sentuhan kekinian,” paparnya.

Namun demikian minimnya pengetahuan milenial di bidang pemberdayaan masyarakat menyebabkan mereka kurang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dalam bidang pemberdayaan.

Hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk membentuk milenial berjiwa pemimpin, berjiwa kontributif dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

”Setelah mengikuti SPC 2019 kami yakin para peserta mampu mengaktualisasikan serta mengimplementasikan ilmu yang didapat di kehidupan sehari-hari sehingga mampu membangun negeri ini,” kata Fherdes. (sol)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini