atas1

SMAN 10 Yogyakarta Miliki Konselor Kesehatan Remaja

Senin, 22 Okt 2018 | 10:18:29 WIB, Dilihat 1655 Kali
Penulis : Sholihul Hadi
Redaktur

SHARE


SMAN 10 Yogyakarta Miliki Konselor Kesehatan Remaja Kepala SMAN 10 Yogyakarta Drs Basuki MPd menyematkan pin menandai pelantikan KKR Bhinneka Pancanaka di sekolah setempat, Senin (22/10/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Berbahaya, Fogging untuk Berantas Sarang Nyamuk


KORANBERNAS.ID -- Melalui pelantikan yang berlangsung di halaman sekolah setempat, Senin (22/10/2018), SMAN 10 Yogyakarta resmi memiliki Konselor Kesehatan Remaja (KKR).

“Terima amanah ini dengan hati ikhlas dan laksanakan tugas secara sungguh-sungguh sehingga bisa bermanfaat bagi SMAN 10 Yogyakarta,” pesan Drs Basuki MPd, Kepala SMAN 10 Yogyakarta.

Pelantikan ditandai penyematan pin oleh Drs Basuki MPd serta pengalungan selempang kuning oleh Dr rer nat dr BJ Istiti Kandarina dari Program Studi (Prodi) S-2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selanjutnya, sepuluh pelajar yang tergabung dalam KKR Bhinneka Pancanaka ini bertugas memantau kesehatan teman-temannya.

Basuki mengapresiasi pendampingan yang dilakukan oleh UGM. Dia juga berharap ilmu yang diperoleh anak didiknya bermanfaat bagi sekolah.

Anggota KKR Bhinneka Pancanaka SMAN 10 Yogyakarta foto bersama usai dilantik. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Kepada wartawan usai pelantikan, Isti Kandarina menyampaikan, pembentukan KKR SMAN 10 Yogyakarta ini merupakan program hibah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Selain SMAN 10 Yogyakarta, pihaknya juga melakukan pendampingan serupa di SMA Santa Maria.

Pemerintah sudah menggulirkan program 1.000 hari pertama kehidupan. Investasi gizi berguna untuk menjamin kesehatan warganya dimulai dari remaja.

Menurut Isti Kandarina didampingi anggota tim, Fahmy Arif Tsani MSc, keberadaan KKR di SMAN 10 Yogyakarta dinilai efektif. Pembentukannya pun melibatkan para guru, siswa dan komite sekolah serta melalui tahapan sosialisasi maupun workshop.

Dr rer nat dr BJ Istiti Kandarina  menyerahkan perlengkapan KKR diterima Drs Basuki MPd. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Anggota KKR bertugas sebagai pendamping teman-teman sekolahnya supaya menerapkan pola hidup sehat dengan pemenuhan gizi yang baik. Apabila terdapat siswa yang mengalami permasalahan gizi maka dirujuk ke fasilitas layanan kesehatan.

Selain itu, juga memberikan edukasi mengenai gizi, memantau teman-temannya jika ada yang mengalami masalah gizi seperti anemia, kecukupan gizi yang kurang karena salah pola makan, atau obesitas akibat kurang aktivitas fisik.

”Sepuluh siswa ini harus mengukur status gizi seluruh siswa, kemudian dikomunikasikan ke Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora),” kata Isti Kandarina. (sol)



Jumat, 19 Okt 2018, 10:18:29 WIB Oleh : Nila Jalasutra 964 View
Berbahaya, Fogging untuk Berantas Sarang Nyamuk
Jumat, 19 Okt 2018, 10:18:29 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1342 View
Pertama di DIY, RS Mata Dr YAP Raih Akreditasi Bintang Lima
Kamis, 18 Okt 2018, 10:18:29 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 1653 View
Ironis, Gudangnya Dokter Gigi tapi Karies Tinggi

Tuliskan Komentar