atas

Slamet Tidak Ingin Kasusnya Dipolitisasi

Kamis, 04 Apr 2019 | 01:10:06 WIB, Dilihat 299 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Slamet Tidak Ingin Kasusnya Dipolitisasi Kepala Kanwil Kemenag DIY Drs H  Edhi Gunawan Mpd I menyerahkan  tali asih kepada keluarga  Slamet Jumiarto di pendapa Dusun Karet Desa Pleret Bantul, Rabu (3/4/2019). (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Tokoh Muhammadiyah dan NU Kupas Sosok AR Fachruddin


KORANBERNAS.ID -- Kasus yang menimpa Slamet Jumiarto (42) warga yang mengontrak rumah di RT 08 Dusun Karet  Desa Pleret Kecamatan Pleret Bantul sudah terselesaikan dengan baik.

Peraturan warga yang awalnya tidak mengizinkan warga non muslim tinggal di tempat tersebut telah dicabut. Slamet beserta keluarga boleh tinggal di rumah kontrakan sesuai  kesepakatan dengan pemilik rumah. Seniman lukis ini mengontrak selama setahun dengan biaya Rp 4 juta.

“Rekan-rekan semuanya, segala sesuatunya sudah berakhir. Masalah yang sejak kemarin menimpa saya soal diskriminasi, untuk peraturan dukuh sudah dicabut dan dihapuskan,” kata Slamet kepada wartawan di sela-sela menerima kunjungan Kepala Kanwil Kemenag  DIY Drs H Edhi Gunawan MPdi yang menyerahkan tali asih dari Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, Rabu (3/4/2019), di Pendapa Dusun Karet.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kemenag Bantul Drs H Buchori Muslim MPdI, Ketua FKUB Bantul H Yasmuri, Lurah Desa Pleret Nurman Afandi dan Bhabinkamtibmas Desa Pleret Bripka M Rofiq.

Dengan selesainya kasus tersebut, Slamet merasa gembira dan berharap kasus serupa jangan sampai menimpa orang lain.

”Saya sebagai perupa, sebagai seniman tidak ingin ada kasus intoleransi baik di Bantul,  DIY dan Indonesia secara umum. Kita harus selalu berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI dan tumbuh sikap saling menghormati,” katanya.

Karena masalah ini sudah selesai, maka ayah dua anak ni berharap agar kasus intoleransi jangan dipolitisasi, ditambah atau dikurangi apalagi menjelang pemilu  sekarang ini.

“Jangan sampai ada yang  menggoreng kasus yang menimpa saya ini. Karena ini masalah pribadi saya dan sudah saya hadapi dan selesaikan. Warga dusun juga sayang kepada kami semua, kami sudah jagongan dan duduk bersama semalam,” katanya.

Edhi Gunawan mengatakan silaturahim ke Dusun Karet terkait kabar  adanya kasus penolakan warga kepada keluarga Slemet karena perbedaan keyakinan.

“Kami sudah mendengar kasus tersebut, dan sudah kami sampaikan ke Pak Menteri. Sekarang semua Alhamdulillah  sudah terselesaikan, dan Pak Menteri  berpesan agar semua pihak selalu menjaga keharmonisan dalam kehidupan beragama,” katanya.

Dan sekaligus  dirinya menyerahkan tali asih kepada  keluarga tersebut. “Semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan keluarga Pak Slamet,” katanya.

Seperti diberitakan, melalui iklan di media sosial, pria asli Semarang itu mengontrak rumah di wilayah RT 08 Dusun Karet karena dinilai murah dan luas.

Mereka datang  Sabtu (30/3/2019)  untuk menempati rumah tersebut. Pada Minggu (31/3), Slamet menemui Ketua RT 8 sekalian membawa fotokopi KTP, KK dan surat nikah.

Saat tahu nonmuslim, dirinya ditolak tinggal di rumah kontrakan tersebut. Pada Senin (1/4/2019) Slamet berusaha menemui pihak kampung namun tidak berhasil.

Slamet yang sudah ber-KTP DIY sejak 19 tahun silam mengaku baru kali ini mengalami kondisi tersebut. Dirinya langsung lapor ke Sekretaris Sultan HB X (Sekda DIY).

Laporan ditindaklanjuti hingga ada pertemuan dengan pihak Pemda Bantul serta pihak desa. Kasus itu selesai Senin (1/4/2019) malam.

Sementara istri Slamet mengaku akan tetap tinggal di Dusun tersebut. “Saya akan tinggal di sini, saya tidak akan pindah. Warga juga sudah menerima kami dengan baik, terima kasih,” katanya. (sol)



Kamis, 04 Apr 2019, 01:10:06 WIB Oleh : Sari Wijaya 1724 View
Tokoh Muhammadiyah dan NU Kupas Sosok AR Fachruddin
Kamis, 04 Apr 2019, 01:10:06 WIB Oleh : Sholihul Hadi 309 View
Saatnya Gugah Milenial Teladani M Natsir
Rabu, 03 Apr 2019, 01:10:06 WIB Oleh : Sholihul Hadi 9791 View
Bulus Raksasa Sehari Santap Lima Lele

Tuliskan Komentar