Selasa, 07 Des 2021,


sekeluarga-keracunan-gadung-seorang-meninggalNgadino, keluarga korban memberi keterangan pada wartawan di belakang rumah korban yang digunakan untuk menanam gadung, Rabu (12/8/2020). (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono
Sekeluarga Keracunan Gadung, Seorang Meninggal

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Satu keluarga di Padukuhan Gading X Kalurahan Gading Kapanewon Playen Gunungkidul, keracunan makanan umbi jenis gadung, Rabu (12/8/2020).


Akibatnya fatal. Satu orang jiwanya tidak bisa diselamatkan, meskipun sempat mendapat perawatan dokter di rumah sakit.

  • Disaksikan Isteri dan Anak, Pemancing Hilang Digulung Ombak Pantai Wediombo
  • Kapal Nelayan Tergulung Ombak di Pelabuhan Sadeng

  • Salah seorang keluarga korban, Ngadino, mengatakan awalnya Miarto (65) dan istrinya Tukinah (60) mengambil gadung dari belakang rumahnya untuk dimasak.

    Setelah dimasak dengan cara direbus, gadung itu kemudian dimakan bersama termasuk Ny Darno Suwito alias Sugirah (80)  yang kebetulan tinggal serumah.

  • Gelombang Tinggi, Kapal Nelayan Dievakuasi ke Tempat Aman
  • UMBY Dampingi Warga Desa Kelola Bukit Kapur

  • Beberapa saat setelah makan, ketiganya mengalami mual dan muntah. Karena kondisinya semakin parah ketiganya dibawa ke Puskesmas setempat.

    Karena keterbatasan peralatan, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Nur Rohmah Playen. Namun naas. Hanya beberapa mendapat perawatan dokter, jiwa Ny Sugirah tidak bisa diselamatkan. Nenek yang umurnya sudah 80 tahun ini meninggal dunia.

    Ngadino juga mengajak beberapa wartawan menengok ke belakang rumah duka. Di tempat ini masih ada sisa bekas tanaman gadung yang menjalar di pohon.

    Menurut dia, gadung biasa dimakan oleh masyarakat, namun harus diolah secara benar dengan cara direndam beberapa saat sebelum dimasak. “Tetapi ini tidak. Gadung langsung dimasak tanpa direndam terlebih dahulu, sehingga keracunan," tambah Ngadino.

    Di rumah duka, puluhan warga sekitar datang menyampaikan bela sungkawa. Beberapa petugas kepolisian datang membawa barang bukti berupa gadung dari belakang rumah.

    Kapolsek Playen AKP Hajar Wahyudi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus ini. Hasil diagnosa sementara dari tim medis ketiga korban diduga keracunan ubi jalar sejenis gadung.

    Dari keterangan saksi sebelum dibawa ke rumah sakit, ketiga korban sudah meminum susu untuk penawar. Namun mereka tetap pusing dan muntah.

    “Berdasarkan keterangan petugas medis, diduga para korban keracunan ubi jalar sejenis gadung," kata AKP Hajar Wahyudi. (sol)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini