atas1

Sekali Ngebor Habiskan Air Puluhan Tangki

Selasa, 05 Mar 2019 | 19:44:54 WIB, Dilihat 1015 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Sekali Ngebor Habiskan Air Puluhan Tangki Pengeboran sumur wakaf ACT DIY di Dusun Plembutan Barat Playen Gunungkidul, Selasa (5/3/2019). (istimewa)

Baca Juga : Hadapi Revolusi Industri dengan Berbagai Cara


KORANBERNAS.ID – Wilayah Kabupaten Gunungkidul yang tanahnya didominasi bebatuan sulit ditembus mata bor. Ditambah lagi tekstur tanahnya yang berongga berdampak pada sulitnya pembuatan sumur bor. Sekali ngebor kadang-kadang menghabiskan air puluhan tangki.

Kendala seperti itu tidak menyurutkan komitmen Global Wakaf-ACT DIY untuk terus berupaya mengurai permasalahan kekeringan di Kabupaten Gunungkidul apabila musim kemarau datang.

Kharis selaku koordinator Program Sumur Wakaf menyampaikan, ACT akan terus membangun sumur wakaf walaupun sudah masuk musim hujan.

“Dengan adanya keberadaan sumur wakaf, masyarakat yang biasanya mengalami kesusahan mendapat air bersih, tahun ini sudah lebih lega karena di dusun mereka sudah ada sumber air bersih, semoga akan terus mengalir meski memasuki musim kemarau,” ujarnya Selasa (5/3/2019).

Dia mengakui, ini memang memerlukan waktu cukup panjang mengingat kekeringan dan krisis air bersih di wilayah ini terjadi hampir setiap musim kemarau.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah periodik ini adalah dengan membangun sumur wakaf. Sumur wakaf merupakan program wakaf yang ditujukan untuk mengatasi masalah krisis air bersih di wilayah-wilayah rawan air terutama di Gunungkidul. Sampai dengan saat ini sudah ada 18 titik sumur wakaf di area DIY.

Terakhir, sumur bor di Dusun Plembutan Barat Desa Plembutan Kecamatan Playen dibangun di atas tanah wakaf Masjid Baiturrahman dan diharapkan dapat membantu keperluan dan aktivitas masjid serta warga Dusun Plembutan Barat.

“Ketika musim kemarau kesusahan memperoleh air bersih, sumur-sumur gali sudah mengering dan PDAM hanya mengalir sekali dalam sepekan. Musim kemarau tahun kemarin cukup lama tidak mengalir,” ujar Sunardi, Ketua RW setempat.

Sumur bor yang dibangun oleh Global Wakaf-ACT DIY ini adalah sumur bor pertama yang dibangun di Dusun Plembutan.

Menurut Sunardi, pemanfaatan sumur ini tidak hanya untuk kebutuhan dan aktivitas masjid tapi juga untuk kebutuhan dan aktivitas sehari-hari warga, seperti air minum, minum ternak dan mengaliri perkebunan masyarakat. (sol)



Selasa, 05 Mar 2019, 19:44:54 WIB Oleh : Sari Wijaya 722 View
Hadapi Revolusi Industri dengan Berbagai Cara
Selasa, 05 Mar 2019, 19:44:54 WIB Oleh : Endri Yarsana 825 View
Komisioner Bawaslu Masuk Pasar Bagikan Stiker
Selasa, 05 Mar 2019, 19:44:54 WIB Oleh : Endri Yarsana 650 View
Bupati Temanggung Perintahkan Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas

Tuliskan Komentar