atas1

Sejumlah Rumah Sakit Dag Dig Dug

Kamis, 02 Mei 2019 | 20:39:10 WIB, Dilihat 3098 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Sejumlah Rumah Sakit Dag Dig Dug Konferensi pers BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Kamis (2/5/2019). (istimewa)

Baca Juga : Wabup Sleman Lempar Kendi ke Blue Lagoon


KORANBERNAS.ID--BPJS Cabang Kebumen memastikan, 25 rumah sakit/Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) di 3 kabupaten pelaksana program JKN KIS (Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat), mulai Juli 2019 terakreditasi.

Mulai semester II tahun 2019, rumah sakit yang tidak memiliki sertifikat akreditasi, tidak memungkinkan lagi melakukan pelayanan terhadap peserta JKN KIS.

“Akreditasi rumah sakit, adalah bentuk perlindungan pemerintah dalam memenuhi hak setiap warga negara agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu oleh fasilitas kesehatan,“ kata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kebumen Wahyu Giyanto kepada wartawan, Kamis (2/5/2019).

Sejak 1 Januari 2019 berlaku kewajiban setiap rumah sakit/FKRTL terakreditasi. Dikecualikan, jika di satu daerah hanya ada satu rumah sakit.

Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kebumen meliputi Kabupaten Kebumen, Purworejo dan Wonosobo, ada 25 FKRTL/ rumah sakit yang menjalin kerja sama pelayanan kesehatan peserta JKN KIS. Tahun 2019, ada 5 rumah sakit di Kebumen, Wonosobo dan Purworejo yang masa berlaku sertifikat akrediasinya kedaluwarsa pada 10 Mei 2010 – November 2019.

BPJS Kesehatan Cabang Kebumen mengingatkan agar manajemen rumah sakit memperhatikan kapan masa berlaku sertifikat akreditasi berakhir.

Sebab ada ketentuan selambat-lambatnya 3 bulan sebelum berakhirnya masa berlaku sertifikat akreditasi, wajib mengajukan permohonan perpanjangan akreditasi.

Kalau tidak, resikonya rumah sakit bisa diputus sementara kerjasamanya.

Wilis Haryuni Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Umum dan Komunikasi Publik dan Novi Indah Prihastuti Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Kebumen menambahkan, selain 5 rumah sakit yang masa berlaku sertifikat akreditasi berakhir tahun 2019, ada 6 rumah sakit yang baru pertama kalinya mengajukan permohonan akreditasi.

Keenam rumah sakit itu, selambat- lambatnya 30 Juni 2019, wajib memiliki sertifikat akreditasi.

Wilis Haryuni memastikan, rumah sakit yang tidak memenuhi syarat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan karena tidak terakreditasi, atau sertifikat akreditasinya kedaluwarsa, informasinya diketahui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)/ dokter keluarga dan puskesmas.

Sehingga kecil kemungkinan FKTP merujuk pasien ke rumah sakit yang tidak memenuhi syarat. (SM)



Kamis, 02 Mei 2019, 20:39:10 WIB Oleh : Nila Jalasutra 582 View
Wabup Sleman Lempar Kendi ke Blue Lagoon
Kamis, 02 Mei 2019, 20:39:10 WIB Oleh : Sari Wijaya 491 View
Lansia Sedayu Bertekat Hidup Sehat
Kamis, 02 Mei 2019, 20:39:10 WIB Oleh : Sholihul Hadi 478 View
Kemendag Perintahkan Importir Keluarkan Stok Bawang Putih

Tuliskan Komentar