Rabu, 19 Jan 2022,


sedia-payung-sebelum-hujan-dewan-berharap-tak-muncul-gelombang-ketigaWakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana. (istimewa)


Sholihul Hadi
Sedia Payung Sebelum Hujan, Dewan Berharap Tak Muncul Gelombang Ketiga

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Ancaman kemungkinan munculnya gelombang ketiga Covid-19 perlu diwaspadai. Epidemiolog sudah memperingatkan kemungkinan tersebut sehingga harus dipersiapkan sejak dini.


“Kita tidak ingin jatuh korban lagi sebagaimana yang telah lalu,” ungkap Huda Tri Yudiana, Wakil Ketua DPRD DIY, Jumat (3/12/2021).

  • Kecelakaan Motor, Paku Alam X Dirawat di Sardjito
  • Menjadi Guru Milenial

  • Huda mengajak masyarakat berdoa agar Covid semakin landai, terkendali dan tidak lagi muncul gelombang ketiga atau selanjutnya. “Tetapi tidak ada salahnya sedia payung sebelum hujan sehingga akan meminimalkan dampak yang terjadi,” ucapnya.

    Menurut anggota Fraksi PKS DPRD DIY itu, Pemda melalui APBD DIY 2022 sudah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga sebesar  Rp 40,4 miliar.

  • Wakaf Sumur Bikin Warga Dusun Lega

  • Selain itu, masih ada sisa BTT tahun 2021 non-dana keistimewaan sebesar Rp 29,2 miliar serta sisa dana keistimewaan sebesar Rp 7,4 miliar. “Dana tahun 2021 ini ada kemungkinan sisa karena melandainya kasus pada akhir tahun, ini kita sangat syukuri,” tandasnya.

    Selain persiapan, lanjut dia, yang tidak boleh dilupakan adalah protokol kesehatan (prokes) di masyarakat. Ini adalah fungsi kesadaran bersama. Meskipun saat ini landai, tetapi prokes harus tetap dilakukan.

    “Kita berdoa semoga tidak terjadi lagi lonjakan kasus di DIY maupun di Indonesia, tetapi semaksimal mungkin upaya manusiawi kita siapkan sejak dini,” kata dia.

    Tak perlu panik

    Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, juga berharap kasus Covid di provinsi ini masuk kategori wajar. Perhatian memang perlu, termasuk menjaga prokes, namun demikian tidak perlu panik. “Kita tidak perlu panik karena akan menurunkan imun. Kita waspada,” kata dia.

    Menurut dia, antara waspada dan panik sepertinya berbeda tipis. Yang pasti, sepanjang situasinya terpantau serta semua pihak termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) menjalankan tugas dengan baik maka semua bisa terukur. (*)


    TAGS: dprd diy 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini