atas1

Sebut Nama Jokowi, Esti Raih Suara Terbanyak

Jumat, 17 Mei 2019 | 00:40:49 WIB, Dilihat 486 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Sebut Nama Jokowi, Esti Raih Suara Terbanyak My Esti Wijayanti disela kunjungan Komisi X DPR RI ke UPNV Yogyakarta, Kamis (16/5/2019). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Kemenristekdikti Harus Benahi Akreditasi PT


KORANBERNAS.ID -- Jokowi effect nampaknya terjadi dalam pemilihan calon anggota legislatif (caleg) dalam Pemilihan Umum (pemilu) 2019 lalu. Ini yang dirasakan My Esti Wijayanti, caleg dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Berkat sering menyebut nama Presiden RI tersebut, caleg perempuan wakil DIY itu berhasil suara dengan total 176.306 suara saat Pemilu berdasar hitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY. Sehingga Esti kembali melenggang ke Senayan untuk periode 2019-2024.

Esti bahkan mengalahkan para petahana lainnya untuk perolehan suara seperti HM Idham Samawi dari partai yang sama dan Hanafi Rais dari PAN yang selama ini dikenal memiliki keterwakilan suara terbanyak dari daerah pemilihan (dapil).

Bahkan PDI Perjuangan bersama partai koalisi pun mampu meraih hasil terbaik dalam memenangkan pasangan Jokowi-Ma'aruf Amin. PDI Perjuangan dalam pemilu kali ini mampu meraih 654.000 suara. Jumlah ini meningkat sekitar 80 ribu dari Pemilu 2014 sebanyak 570.000 suara.

Perempuan yang memulai karir politiknya dari tingkat kabupaten sejak 20 tahun terakhir tersebut mengungkapkan, saat terjun ke dapilnya, dia belajar melihat masyarakat untuk melakukan komunikasi politiknya. Salah satunya dengan mensosialisasikan program Jokowi.

"Selain kerja keras caleg seperti saya yang tidak pernah leren (berhenti kerja-red), yang kami lakukan adalah selalu berbicara soal jokowi. Jadi awal pertemuan bukan caleg sendiri tapi dimanapun bicara soal jokowi," paparnya.

Dan di DIY terbukti, Jokowi meraih 1.655.174 suara atau 69,04 persen. Sementara, pasangan Prabowo-Sandiaga hanya meraih 742.481 suara atau 30,96 persen. Hal ini membuktikan rakyat Yogyakarta mayoritas memilih petahana tersebut.

"Berarti kampanye saya tidak salah karena juga membawa efek mengangkat kami (caleg). Jadi orang kan kadang kan malah (beranggapan) wah hebat ya tidak mengomongkan dirinya tapi banyak ngomong soal jokowi. Kan saya lihat peta, kalau belum yakin soal jokowi, ini kesempatan mengenalkan jokowi," tandasnya.

Selain Jokowi, kedekatan dengan masyarakat juga menjadi kunci raihan suaranya. Esti selalu intens menyapa masyarakat untuk untuk mensosialisasikan program-programnya alih-alih memberi uang demi meraup suara.

"Saya ketemu warga dan setiap Sabtu-Minggu saya selalu keliling, ya itu ke Gunungkidul, ke Kulonpropgo untuk menyapa masyarakat secara langsung. Saya tahu betul di lapangan itu ngeri sekali, tapi saya membuktikan sendiri bahwa rakyat kita tidak kalah dengan amplopan. Kalau wakil selalu dekat dengan rakyat, dihantam berapapun uang tapi tetap saja akan memilih kita," tandasnya.

Esti juga mengakui, PDI Perjuangan yang menjadi partai politiknya memiliki andil besar dalam membentuk karakter kedekatannya dengan rakyat. Dia selalu ingat pesan Ketua Umum PDI Perjuanga, Megawait Soekarnoputri.

“Pesn Bu Mega saya selalu ingat berkata kamu harus berada di jantung rakyat agar kamu bisa dengar jerit tangis rakyat. Itu yang selalu saya ingat dan coba terus lakukan sampai 20 tahun sebagai wakil rakyat,” jelasnya.(yve)



Kamis, 16 Mei 2019, 00:40:49 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 926 View
Kemenristekdikti Harus Benahi Akreditasi PT
Kamis, 16 Mei 2019, 00:40:49 WIB Oleh : Arie Giyarto 536 View
Susu Campur Kencing Unta Ternyata Populer
Kamis, 16 Mei 2019, 00:40:49 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 440 View
Tak Perlu Khawatir Beraktivitas Diluar

Tuliskan Komentar