atas1

Saatnya Gugah Milenial Teladani M Natsir

Kamis, 04 Apr 2019 | 00:30:12 WIB, Dilihat 637 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Saatnya Gugah Milenial Teladani M Natsir Seminar Interaktif Mosi Integral Natsir, Kembalinya Indonesia menjadi NKRI, Rabu (3/4/2019) malam, di Gedung DPD RI DIY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Bulus Raksasa Sehari Santap Lima Lele


KORANBERNAS.ID – Generasi terdahulu pasti mengenal sosok Mohammad Natsir. Dia adalah pemimpin Partai Masyumi partai terbesar di Indonesia kala itu, sekaligus tokoh yang sangat berjasa sebagai penyelamat negara mengembalikan Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun generasi milenial sekarang ini bisa jadi tidak lagi mengenal M Natsir.

Inilah yang melandasi Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) DIY menggelar Seminar Interaktif Mosi Integral Natsir, Kembalinya Indonesia menjadi NKRI, Rabu (3/4/2019) malam, di Gedung DPD RI DIY Jalan Kusumanegara Yogyakarta.

Hadir sebagai narasumber Dr Khamim Zarkasih Putro. Di hadapan seratusan peserta, dia membedah pemikiran-pemikiran Natsir sebagai politisi ulung di masanya sekaligus pendiri DDII.

“Seminar yang diselenggarakan Biro Kepemudaan DDII DIY ini untuk menandai momentum sangat penting Mosi Integral dari RIS (Republik Indonesia Serikat) ke NKRI. Ini baru langkah awal,” ungkap Eri Masruri, Wakil Ketua DDII DIY kepada wartawan di sela-sela seminar.

Didampingi Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan, dokter Nur Hidayat, lebih lanjut Eri Masruri mengungkapkan, sudah saatnya DDII DIY yang diketuai Cholid Mahmud yang juga anggota DPD RI DIY membuat program yang sesuai dengan selera milenial.

Tujuannya supaya generasi masa ini mau menengok kembali sejarahnya. “Ada fenomena generasi milenial sekarang ini enggan mengkaji sejarah,” ucap dia.

Bisa jadi keengganan itu terkait dengan kondisi kekinian di mana peran umat Islam bagi Indonesia sengaja ditutup-tutupi, namun begitu muncul seolah-olah dipertanyakan.

Eri Masruri (kanan) menyampaikan keterangan pers di sela-sela seminar Mosi Integral Natsir, Kembalinya Indonesia menjadi NKRI, Rabu (3/4/2019) malam, di Gedung DPD RI DIY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

“Apa iya ketika umat Islam ingin berislam yang benar dan mengambil peran penting bagi negara seolah-olah berkurang keindonesiaannya. Ini jelas opini yang dikembangkan pihak-pihak tertentu untuk,  dalam tanda petik, mendegradasi peran umat  Islam bagi NKRI,” paparnya.

Untuk menangkal anggapan itu pihaknya membuat kajian-kajian strategis bersama komponen umat di Yogyakarta.

“Yang terpenting bagi DDII bukanlah statemen sebagai orang Indonesia tetapi kemanfaatannya. Kita lakukan dakwah terapan, bagaimana kita ambil peran ke depan,” tambahnya.

Menjawab pertanyaan media mengenai upaya degradasi peran umat Islam di Indonesia apakah sudah mengkhawatirkan, menurut Eri, hal itu sudah serius. “Walaupun tadinya itu mainan politik, dalam tanda petik,” tambahnya.

Dia mencontohkan, dulu warga di kampung dan desa melihat orang berjubah dan berjenggot itu biasa saja. Namun sekarang ini pandangannya justru mengarah pada kecurigaan politik.

Ditanya lagi soal sikap DDII terhadap perilaku politisi sekarang ini, Eri Masruri berharap politisi muslim bersikap dewasa, jangan sampai lengah dan tidak boleh lembek.

Yang terpenting lagi, tidak boleh menari di atas genderang yang ditabuh orang lain. “Kita tidak boleh menari di genderang orang lain. Ini memerlukan kedewasaan. Di satu sisi bersikap tegas, di sisi lain berdakwah untuk memberi kemanfaatan,” kata dia.

Sementara itu M Dalton Fiisabilillah dari Riset & Literasi Pemuda Dewan Dakwah DIY menyampaikan, sangat beruntung Indonesia memiiki tokoh Islam besar bernama Natsir.

“Pikiran pikiran dan ide-ide beliau tentang umat dan bangsa masih sangat relevan diaplikasikan pada masa kini. Juga sikap keseharian yang patut dicontoh oleh generasi muda sekarang,” ujarnya.

Pejuang kemerdekaan Haji Agus Salim pernah menggambarkan M Natsir yang saat itu menjabat Menteri Penerangan RI sebagai sosok sederhana. Penampilan dan caranya berpakaian tidak menunjukkan jati dirinya sebagai seorang menteri. (sol)



Rabu, 03 Apr 2019, 00:30:12 WIB Oleh : Sholihul Hadi 10159 View
Bulus Raksasa Sehari Santap Lima Lele
Rabu, 03 Apr 2019, 00:30:12 WIB Oleh : Sholihul Hadi 588 View
Jangan Jadikan Pemilu Ajang Perpecahan
Rabu, 03 Apr 2019, 00:30:12 WIB Oleh : Sholihul Hadi 803 View
PC Aisyiyah se-DIY Bulat Dukung Afnan Hadikusumo

Tuliskan Komentar