Senin, 06 Des 2021,


risiko-zaman-digital-malas-gerak-sebabkan-obesitasAnggota Komisi I DPR RI Sukamta berbicara pada seminar IKP Kominfo RI. (istimewa)


Siaran Pers
Risiko Zaman Digital, Malas Gerak Sebabkan Obesitas

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Orang tua zaman dulu senang bila anaknya gemuk. Zaman terbalik. Pada era digital sekarang ini justru banyak orang tua tidak ingin ambil risiko karena anaknya kegemukan atau obesitas akibat malas gerak alias mager.


“Dulu zaman saya kecil orang tua kalau anaknya kurus dibawa ke dokter. Hari ini ternyata kegemukan menjadi problem,” ungkap Sukamta, anggota Komisi I DPR RI.

  • Revolusi Digital Berlangsung Kejam
  • Generasi Milenial Lari Kencang, Pemerintah Ketinggalan

  • Berbicara pada Seminar IKP Kominfo RI bertema Eksistensi Olahraga pada Era Digital dan Pandemi Covid 19,  Jumat (15/10/2021), anggota Fraksi PKS ini mengakui perkembangan teknologi mempengaruhi perilaku dan budaya masyarakat.

    Teknologi informasi membuat peluang manusia semakin sedikit bergerak. Pekerjaan cukup dilakukan di depan komputer. “Pikiran yang bekerja,” ucapnya.

  • Yogyakarta Uji Coba Tanam Kopi di Lahan Perkotaan
  • Caleg Harus Bersentuhan dengan Masyarakat

  • Pada tahun 80-an peneliti sudah membayangkan makhluk alien berkepala besar. Otaknya berkembang badan mengkerut. “Yang terjadi saat ini semakin maju teknologi orang semakin malas gerak. Mager menjadi kosa kata baru, muncul sekitar tiga-empat tahun ini,” ungkapnya.

    Organisasi kesehatan dunia (WHO) pada 2016 pernah melansir hasil survei tren global remaja. 1,6 juta pelajar dari 106 negara diketahui 81 persennya tidak melakukan aktivitas fisik setidaknya satu jam sehari. “Bayangkan anak muda dalam satu hari bergerak kurang dari satu jam. Fungsi fisik tidak berkembang maksimal. Dalam survei ini mager rata-rata larinya ke gadget,” kata dia.

    Tidak diketahui pasti obesitas itu disebabkan kecanduan gadget atau malas gerak karena gadget. “Seperti telur dengan ayam,  yang jelas ada korelasinya dengan gadget, apalagi ngemil sambil main gadget,” ujar Sukamta.

    Obesitas secara otomatis mempercepat munculnya penyakit degeneratif pada usia relatif muda. Negara-negara seperti Vietnam, Kamboja, India mengalami problem serupa. Di Indonesia obesitas angkanya meningkat dua kali dan dianggap mengkhawatirkan.

    Anggota legislatif hobi bersepeda itu mengajak anak-anak muda gemar berolahraga. Perlu diingat, manfaat olahraga tidak untuk memperpanjang usia karena umur seseorang sudah ditakdirka oleh Allah SWT. “Olahraga adalah bentuk rasa syukur kita menjaga fisik. Semua nikmat Tuhan harus disyukuri,” kata dia.

    Doktor Teknik Kimia lulusan Inggris ini mencontohkan, di London hampir semua jalan protokol terdapat jalur sepeda. “Di sini buat jalan sepeda diprotes,” ucapnya.

    Direktur Tata Kelola Kemitraan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Hasyim Gautama, menyampaikan pada masa pandemi seperti saat ini menjaga kebugaran tubuh sangat penting, bisa berupa senam ringan, jalan kaki atau olahraga yang sifatnya untuk senang-senang.

    “Daripada naik lift, lewat tangga,” kata Hasyim mencontohkan aktivitas dirinya saat berada di kantor. Seminar kali ini juga dihadiri Dony Adhika, youtuber yang juga influencer olahraga. (*)


    TAGS: kominfo dpr 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini