atas1

Ribuan Linmas Bisa Digerakkan untuk Deteksi Radikalisme

Rabu, 24 Jul 2019 | 17:34:56 WIB, Dilihat 432 Kali
Penulis : Sholihul Hadi
Redaktur

SHARE


Ribuan Linmas Bisa Digerakkan untuk Deteksi Radikalisme Konferensi pers persiapan diskusi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme, Kamis (26/7/2019), di DPRD DIY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Orang-orang Pilihan Ini Mulai Jalani Pelatihan


KORANBERNAS.ID – Pemerintah DIY saat ini tercatat memiliki Satuan Perlindungan Masyarakat (Sat Linmas) sejumlah 30.858 orang personel.

Meski kewenangannya terbatas, di bawah kendali Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), mereka sebenarnya bisa digerakkan melakukan deteksi dini terhadap munculnya gerakan-gerakan radikalisme maupun terorisme.

“Pemda DIY ini memiliki pasukan yang tidak sedikit jumlahnya. Ini yang sedang kita coba koordinasikan dengan TNI dan Polri. Satlinmas ini kita dorong menjadi lembaga yang mampu melakukan deteksi dan pencegahan dini munculnya aksi radikalisme dan terorisme,” ungkap Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, Rabu (24/7/2019).

Dalam konferensi pers di DPRD DIY sehubungan diselenggarakannya diskui bertema Strategi Pencegahan dan Penegakan Hukum terhadap Aksi Radikalisme dan Terorisme, Kamis (26/7/2019), dia menyampaikan begitu Satlinmas resmi menjadi lembaga maka bisa bekerja sama dengan aparat yang berwenang,

“Anggota Satlinmas ini keseharian hidup di tengah-tengah masyarakat, mereka bisa memberikan informasi dan juga berbagai laporan kepada aparat TNI, Polri dan Pemda DIY. Ked epan kita perlu memperkuat konsolidasi dan koordinasi Satlinmas dengan Babinkamtibmas dan Babinsa untuk menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah pedesaan atau kelurahan,” ungkap Eko Suwanto.

Adapun narasumber diskusi tersebut adalah Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD serta Kapolda DIY Brijen Pol Drs Ahmad Dofiri MSi.

Menurut Eko Suwanto didampingi staf Sekretariat DPRD DIY Pat Nugroho dan Lia, selain Linmas Pemda DIY juga memiliki Jaga Warga dan FKDM yang jumlah personelnya terbilang tidak sedikit.

Personel Jaga Warga yang hidupnya berbasis pedesaan maupun kelurahan sebenarnya potensial untuk diberdayakan guna mendukung langkah-langkah serta upaya-upaya memberantas intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Diakui atau tidak, menurut Eko Suwanto yang kini menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta ini, eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia, kerukunan dan perdamaian di Indonesia faktanya dihadapkan pada berbagai ancaman dan tantangan.

Berdasarkan penelitian bersama yang dilakukan Kesbangpol DIY  dan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2017, DIY memiliki peta  kerawanan sosial termasuk adanya ancaman tumbuh kembangnya radikalisme, ekstrimisme, intoleransi, separatisme dan terorisme.

“Kita dukung peningkatan kerja sama Pemda, perguruan tinggi dan tokoh masyarakat dalam mendukung Polri dan TNI menjaga Pancasila dan NKRI sekaligus memberantas bahaya intoleransi dan terorisme serta menghancurkan kekuatan pendukung ide negara yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI,” kata dia.

Dari diskusi itu diharapkan diperoleh strategi pencegahan sekaligus penegakan hukum untuk menghadapi aksi-aksi tersebut, ditinjau dari berbagai aspek.

DPRD DIY selain mengundang TNI dan Polri juga perwakilan kepala SMA dan SMK, Pusat Studi Pancasila dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta.

Tak ketinggalan, diundang pula ketua-ketua OSIS dari SMA/SMK, beberapa ketua Karang Taruna maupun perwakilan Satlinmas.

Hasil dari diskusi tersebut akan dijadikan bahan Komisi A DPRD DIY untuk proses penyusunan APBD DIY 2020. (sol)



Rabu, 24 Jul 2019, 17:34:56 WIB Oleh : Nila Jalasutra 441 View
Orang-orang Pilihan Ini Mulai Jalani Pelatihan
Rabu, 24 Jul 2019, 17:34:56 WIB Oleh : Arie Giyarto 606 View
Jamaah Haji Berebut Tempat Mustajab untuk Berdoa
Rabu, 24 Jul 2019, 17:34:56 WIB Oleh : W Asmani 811 View
Produk UMKM Layak Tampil di Toko Modern

Tuliskan Komentar