Kamis, 22 Apr 2021,


realisasi-pendapatan-purworejo-tahun-2020-mencapai-10221-persenAgus Bastian bersama Yuli Hastuti dalam rapat paripurna DPRD.(istimewa)


Wahyu Nur Asmani EW
Realisasi Pendapatan Purworejo Tahun 2020 Mencapai 102,21 Persen

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO--Realisasi pendapatan Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2020 mencapai Rp 2.167.260.086.741 dengan capaian 102,21 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 2.120.340.261.573..


Sedangkan realisasi belanja daerah dapat tercapai sebesar 94,91% atau Rp 2.126.472.056.535, dari target yang dianggarkan sebesar Rp 2.240.478.231.417.


Hal itu disampaikan Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM saat membacakan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Akhir Tahun Anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna DPRD di Gedung DPRD Kabupaten Purworejo, Kamis (4/3/2021).

Seperti rilis dari Humas dan Protokol Setda Purworejo kepada media (5/3/2021), Bupati menambahkan dengan capaian ini maka ada surplus anggaran sebesar Rp 40.788.030.206. Surplus tersebut setelah diperhitungkan dengan Pembiayaan Netto sebesar Rp 107.701.046.204, maka terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Tahun Berkenaan (SILPA) sebesar Rp 148.489.076.410.


Dijelaskan Bupati, mengacu amanat Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 yang menyebutkan bahwa kepala daerah menyampaikan LKPJ kepada DPRD dalam rapat paripurna yang dilakukan satu kali dalam satu tahun paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.


“Atas kepercayaan masyarakat, kami kembali mendapat amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Purworejo periode kedua. Sehingga apa yang kami pertanggungjawabkan dalam LKPJ ini memang merupakan tanggungjawab kami pada periode sebelumnya,” kata Bupati.


Dikatakan, seiring dengan perkembangan situasi dan kondisi pemerintahan, selama kurun waktu Tahun Anggaran 2020, APBD Kabupaten Purworejo mengalami perubahan sebanyak 10 kali.

“Dokumen Laporan Keuangan Daerah (LKD) yang saat ini tengah dalam proses penyusunan dan audit BPKP,” terang Bupati.

Secara umum, lanjutnya, pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun 2020 dapat terselenggara dengan baik meskipun masih terdapat beberapa hal yang harus ditingkatkan.

“Pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama yang baik antara jajaran eksekutif dan legislatif, serta dukungan dari berbagai stake holder dan seluruh komponen masyarakat,” imbuhnya.

Usai Rapat Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Akhir Tahun Anggaran 2020, dilanjutkan dengan penyampaian Raperda Prakarsa DPRD tentang Penanggulangan Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah.

Rapat paripurna akan dilanjutkan kembali pada Jum’at (5/3/2021) pagi, dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terkait LKPJ Bupati, penyampaian pendapat Bupati terkait Raperda Penanggulangan Penyakit Menular dan pembentukan Pansus.

Kemudian pada siang hari, akan dilajutkan dengan Rapat Paripurna Mendengarkan Jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terkait LKPJ dan jawaban Bupati terkait Raperda Penanggulangan Penyakit Menular. (*)

 

 



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini