ratusan-warga-saksikan-rekonstruksi-penganiayaan-beratWarga menyaksikan rekonstruksi yang dilakukan tersangka BHW, Senin (17/.6/2019). (istimewa)


nanang

Ratusan Warga Saksikan Rekonstruksi Penganiayaan Berat


SHARE

KORANBERNAS.ID -- Untuk melengkapi alat bukti perkara penganiayaan berat hingga meninggalnya Amrih Khairul Imam (24) warga Desa Jabres Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen, penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kebumen, Senin (17/6/2019) menggelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP).

Ratusan warga desa setempat menyaksikan jalannya rekonstruksi yang dilakukan tersangka BHW (25) warga  Jabres.


Baca Lainnya :

“Ada 16 adegan yang dilakukan tersangka BHW di  tiga  lokasi di Jabres,“ kata AKP Edi Istanto kepada koranbernas.id, usai rekonstruksi.

Didampingi  Kasubbag  Humas Polres Kebumen  Kompol Suparno, Edi Istanto menjelaskan rekonstruksi pertama di tempat perselisihan antara korban dengan Rafi serta dibantingnya tubuh tersangka oleh korban.


Baca Lainnya :

Rekonstruksi selanjutnya di tempat tersangka dan korban berkelahi di sebuah gudang genteng. Di tempat ini tersangka memeragakan memukul kepala korban dengan pecahan  genteng yang diambil di tempat  kejadian.

Rekonstruksi terakhir, di sebuah rumah kosong tempat korban berada setelah berkelahi, sebelum dirawat di RSU PKU Muhamadiyah Sruweng.

Pos Jalan Lintas Kereta Api 553 tempat tersangka bekerja. (nanang wh/koranbernas.id)

Karsono, seorang perangkat Desa Jabres mengungkapkan,  hubungan tersangka dan korban selama ini terlihat baik baik. Mereka sering terlihat berkumpul di beberapa kesempatan.

“Tersangka bekerja sebagai petugas palang pintu kereta api di Jabres, korban bekerja di sebuah kafe di Kota Kebumen,“ kata Karsono.

Teman kerja tersangka di Pos Jalan Lintas (PJL) 553 di Desa Jabres, Septian Eri (23), menyatakan benar tersangka bekerja sebagai petugas di PJL 553  Jabres Sruweng.

Sebagai tenaga harian lepas (THL) Dinas Perhubungan Kebumen, tersangka bertugas menutup dan membuka palang pintu, ketika KA akan lewat dan sudah lewat.

“Setelah kejadian Selasa malam dan Rabu (5/6/2019) dini hari, tersangka datang bertugas, Lebaran hari pertama,“ kata  Septian  Ari.

Dia baru mengetahui teman kerjanya menjadi tersangka penganiayaan berat setelah tidak masuk kerja. Di PJL 553 ini  terdapat enam orang THL.

Berkurangnya satu orang menjadikan jam kerja  lima orang  petugas di PJL 553 bertambah panjang. (sol)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini