atas1

Ratusan Pelajar Susuri Sungai Code, Bersihkan Sampah

Sabtu, 04 Mei 2019 | 11:35:50 WIB, Dilihat 781 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Ratusan Pelajar Susuri Sungai Code, Bersihkan Sampah Aksi pelajar Yogyakarta membersihkan sampah di Sungai Code, Sabtu (4/5/2019). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Membaca Hujan di Bulan Purnama


KORANBERNAS.ID – Ratusan pelajar di Kota Yogyakarta tergabung dalam Forum Komunikasi Pelajar Pecinta Alam (FKPPA), Sabtu (4/5/2019) pagi, turun ke Kali Code.

Mengenakan jaket pelampung dan menaiki ban, mereka menyusuri sungai sambil membawa karung untuk wadah sampah-sampah plastik serta sampah non-organik lainnya.

Peserta dilepas oleh Kabid Linmas Satpol PP Kota Yogyakarta, Cristiana Suhantini, Camat Jetis, Sumargandi, Lurah Cokrodiningratan, Narotama, Sri Murni dari SMAN 10 Yogyakarta maupun Koordinator Forum Kampung Panca Tertib (FKPT) Jetisharjo, Nandar Budi Priyono serta tamu undangan.

Sebelum para pelajar nyemplung sungai untuk membersihkan sampah, secara simbolis dilakukan tebar benih ikan nila sejumlah 5.000 ekor.

Dari atas semacam dermaga terbuat dari bambu dengan hiasan ornamen kupu-kupu, ikan-ikan yang semula berada di ember berpindah ke aliran sungai dan berenang bebas.

Tebar benih ikan nila di Kali Code kawasan Jetisharjo Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Aksi Nyata Pelajar se-Kota Yogyakarta untuk Lingkungan dan Ekosistem Sungai bertema Kampanye Kali Bersih Manunggaling Bakti Pelajar Agawe Kali Bersih yang diselenggarakan Pelajar Pecinta Alam Bhineka Pancanaka (Pepala Bhipa) SMA Negeri 10 Yogyakarta kali ini memperoleh dukungan dari banyak pihak.

Tak hanya dari FKPT Jetisharjo, kegiatan ini juga memperoleh dukungan Satpol PP Kota Yogyakarta. Salah satu badan usaha milik pemerintah, PT Primissima, bahkan tergerak ikut peduli memberikan dukungan.

Dari Jetisharjo belakang Hotel Tentrem Yogyakarta, peserta menyusuri Sungai Code sejauh lebih kurang 2,3 kilometer dan berakhir di Jembatan Kewek.

Nandar Budi Priyono merasa bangga dengan diadakannya kegiatan peduli lingkungan. Ini merupakan aksi nyata Kampung Panca Tertib Jetisharjo berkolaborasi dengan SMAN 10 Yogyakarta serta SMA/MA/SMKA se-Kota Yogyakarta.

“Ini kehormatan bagi warga kami. Tunjukkan bahwa kita tetap berkomitmen menjaga lingkungan,” ujarnya seraya menambahkan FKPT Jetisharjo beranggotakan 17 orang.

Sejak menyandang status Kampung Panca Tertib Lingkungan, saat ini sudah jarang ditemukan warga membuang sampah ke sungai. “Jarang sekali, kadang-kadang masih ada yang membuang sampah satu dua kresek,” ungkapnya.

Kepada wartawan dia menyatakan, aksi peduli lingkungan bisa menjadi sarana pengenalan wisata susur Sungai Code.

Menggunakan ban, pelajar menyusuri Sungai Code. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Apalagi kampung di pinggiran sungai ini sudah tiga kali menerima kunjungan wisatawan pelajar dari Belanda. Mereka membaur dan menginap di rumah-rumah warga, melakukan kegiatan seni, budaya maupun kuliner tradisional.

Mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Cristiana Suhantini menyampaikan Kampanye Kali Bersih yang diselenggarakan SMAN 10 Yogyakarta merupakan awal untuk memulai langkah besar ke depan.

Pembinaan terhadap Kampung Panca Tertib yaitu tertib bangunan, usaha, sosial, daerah milik jalan dan lingkungan, perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan, tidak hanya di kampung ini tetapi juga kampung lain bisa didatangi pelajar,” ucap dia.

Dengan tertib lingkungan diharapkan tercipta kawasan yang lebih hijau di Jetisharjo. Yang tidak kalah penting, tumbuh partisipasi masyarakat untuk menjaga lingkungan sungai.

Dukungan yang sama disampaikan Camat Jetis, Sumargandi. Lingkungan sungai yang bersih bisa mendukung pengembangan Kampung Wisata.

“Ada pantun, resik becik reget mumet. Resik ketitik becik kaline kotor ketara ala. Saya senang sekali dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan Kali Code selalu bersih. Kalau ini lancar, bisa bersaing dengan Magelang,”  ujarnya sambil bercanda.

Mewakili Kepala SMAN 10 Yogyakarta, Sri Murni, mengatakan Kampanye Kali Bersih merupakan dedikasi diri sebagai sekolah Adiwiyata.

Langkah ini sangat penting untuk mengedukasi para pelajar agar sadar lingkungan. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat kelangsungan hidup kita bersama, karena air adalah kebutuhan utama manusia,” tuturnya.

Sejumlah pelajar terlihat gembira saat turun ke dasar Sungai Code. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Salah seorang alumnus SMAN 10 Yogyakarta, Muhammad Ari Rusdiantara, menyatakan Aksi Nyata Pelajar se-Kota Yogyakarta untuk Lingkungan dan Ekosistem Sungai, selain untuk memperingati hari bumi juga sebagai rangkaian kegiatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pepala Bhipa. Aksi serupa dilakukan oleh Pepala Bhipa di Kali Gajah Wong beberapa waktu lalu.

Untuk mendukung Sekolah Adiwiyata, para pelajar SMAN 10 Yogyakarta perlu ditanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di luar pagar sekolah yang berada di  Jalan Gadean No 5 NgupasanYogyakarta itu.

Sepakat dengan konsep Pemkot Yogyakarta, Ari, panggilan akrabnya yang juga salah seorang pendiri Pepala Bhipa itu berharap, keberadaan lingkungan Sungai Code yang bersih mampu mendukung kegiatan wisata di Jetisharjo. (sol)


Video Terkait:



Jumat, 03 Mei 2019, 11:35:50 WIB Oleh : Arie Giyarto 306 View
Membaca Hujan di Bulan Purnama
Jumat, 03 Mei 2019, 11:35:50 WIB Oleh : Sari Wijaya 417 View
Saksi Protes, Perolehan Suara Dihitung Ulang
Jumat, 03 Mei 2019, 11:35:50 WIB Oleh : Nila Jalasutra 3279 View
Nasabah Mulai Minati Tabungan Tanpa Bunga

Tuliskan Komentar