atas1

Ratusan Dusun di DIY Sulit Air, Perlu Solusi Permanen

Selasa, 30 Jul 2019 | 17:27:39 WIB, Dilihat 233 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Ratusan Dusun di DIY Sulit Air, Perlu Solusi Permanen Huda Tri Yudiana. (istimewa)

Baca Juga : Surya Paloh Sebut Buya Safii Senior Dekatnya


KORANBERNAS.ID –  Anggota Komisi C DPRD DIY dari Fraksi PKS, Huda Tri Yudiana, merasa prihatin masih terdapat ratusan dusun di wilayah DIY warganya selalu dihadapkan masalah kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sangat memprihatinkan jika di DIY yang istimewa ini masih terdapat ratusan dusun sulit air,” ujarnya, Selasa (30/7/2019), di DPRD DIY.

Menurut dia, pada musim kemarau seperti sekarang ini droping air hingga mencapai jumlah ribuan truk tangki merupakan hal yang positif, baik dan patut dihargai.

“Namun mestinya harus ada solusi permanen yang tidak menggantungkan dari luar daerah,” ujarnya.

Solusi permanen yang dimaksudkannya yaitu pembuatan sumur bor. “Pembuatan sumur dalam adalah merupakan alternatif terbaik yang harus segera dilakukan untuk mengatasi wilayah-wilayah sulit air tersebut,” ucap dia.

Berdasarkan data Dinas PU ESDM DIY terdapat 159 dusun sulit air dalam kategori prioritas satu. Ada lebih dari 200 dusun masuk kategori sulit air prioritas dua. “Total wilayah yang masuk kategori sulit air lebih dari 350 dusun,” ungkapnya.

Kategori sulit air prioritas satu parameternya adalah dusun tersebut secara geologi daerah sulit air, tidak ada sumur air dangkal maupun potensi air tanah dalam.

Kemudian, tidak terdapat PDAM/SPAM sehingga warga dusun sepenuhnya memperoleh air dari luar wilayah dengan cara droping, membeli atau mengambil dari wilayah yang jaraknya jauh.

Sedangkan kategori prioritas dua adalah dusun tersebut sudah terdapat sumber air berupa sumur atau yang lain, tetapi masih sangat kekurangan memenuhi kebutuhan sehari­hari masyarakat. “Secara geologi memang mengalami kesulitan air,” ucap dia.

Inilah yang melandasi Fraksi PKS DPRD DIY mendesak segera dianggarkan tambahan sumur bor dalam, menggunakan dana APBD 2019 Perubahan. “Maksimal selesai tahun 2022 terutama untuk daerah sulit air prioritas satu,” kata Huda.

Pembuatan sumur bor pada APBD 2020 dianggarkan sejumlah 17 unit dengan nilai sekitar Rp 8 miliar.

Huda mengakui, penganggaran ini terkendala survei investigasi design (SID) yang harus dilakukan sebelum membangun sumur bor, agar air tanah dalam bisa diperoleh dengan baik.

“Masalahnya SID yang tersedia baru sejumlah 17 sehingga tidak bisa menganggarkan lebih untuk pengeboran,” tambahnya.

Sebagai gambaran, pembuatan sumur bor memerlukan anggaran Rp 500 juta per unit. Artinya untuk menyelesaikan seluruh daerah prioritas satu total memerlukan dana sekitar Rp 80 miliar.

Angka tersebut belum termasuk penganggaran untuk menyelesaikan wilayah yang masuk kategori prioritas dua, meskipun hal ini semestinya lebih murah.

Fraksi PKS DPRD DIY juga meminta agar seluruh perencanaan pembuatan sumur dalam (SID) diselesaikan pada 2020. Adapun konstruksi daerah prioritas satu selesai tahun 2022.

Roadmap penyelesaian daerah prioritas dua juga harus selesai pada tahun 2020. Meskipun akan memerlukan dana lebih dari Rp 100 miliar, hal ini harus diprioritaskan karena air merupakan kebutuhan primer,” kata dia.

Memang, wilayah sulit air identik dengan angka kemiskinan yang tinggi. Anggaran tersebut bisa diusahakan dari pengajuan APBN dan APBD Provinsi DIY.

“Jika Dana Keistimewaan (Danais) digunakan untuk menyelesaikan masalah ini semestinya juga ada celah regulasi,” kata Huda. (sol)



Selasa, 30 Jul 2019, 17:27:39 WIB Oleh : Sholihul Hadi 164 View
Surya Paloh Sebut Buya Safii Senior Dekatnya
Selasa, 30 Jul 2019, 17:27:39 WIB Oleh : Sari Wijaya 285 View
Bidik Orang Pinggiran, Karya Fotografi Mahasiswa UMBY Dijual untuk Amal
Selasa, 30 Jul 2019, 17:27:39 WIB Oleh : Putut Wiryawan 254 View
Ini yang Ditakuti Perempuan di Seluruh Dunia

Tuliskan Komentar