protokol-kesehatan-sulit-diterapkan-di-pasar-hewanAktivitas warga di pasar hewan yang sulit menerapkan protokol kesehatan. (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono

Protokol Kesehatan Sulit Diterapkan di Pasar Hewan


SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Kendati berbagai imbauan tentang pentingnya protokol kesehatan dalam setiap aktivitas masyarakat sudah banyak dilakukan, namun di wilayah pasar hewan justru sulit dilakukan.


Baca Lainnya :

 

Sebagaimana pengamatan koranbernas.id selama dua  hari hingga Selasa (28/7/2020) di Pasar Hewan Siyono Harjo, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen dan Pasar Hewan Munggi di Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, para pedagang yang melakukan aktivitas di pasar hewan sebagian besar tidak memakai masker, tidak cuci tangan dan jaga jarak tidak diterapkan.


Baca Lainnya :

 

Dalam melakukan transaksi jual beli, mereka tetap berkerumun dan banyak di antaranya tidak memakai masker. Hal ini bukan hanya karena kesadaran pengunjung pasar hewan dalam menerapkan protokol kesehatan masih perlu ditingkatkan, tetapi juga karena sempitnya area pasar yang dibarengi dengan banyaknya aktivitas baik pedagang dan pembeli dalam satu lokasi.

 

“Sumpek rasanya kalau pakai masker,” kata salah satu pedagang sapi. Sedangkan Ngatijo, pedagang lainnya, mengaku tidak bisa leluasa, termasuk sulit ketika merokok, jika menggunakan masker.

 

Meski dalam masa pandemi Corona ini penjualan hewan ternak kurban mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Idul Adha tahun lalu, namun kerumunan tetap tidak bisa dihindarkan. Pihak pengelola pasar sebenarnya sudah memasang tempat cuci tangan, hanya saja jarang pengunjung pasar yang memanfaatkan fasilitas itu.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, Arif, menyatakan dalam pelaksanaan hari raya Idul Adha nanti diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saat pandemi ini kegiatan takbir keliling ditiadakan. Pelaksanaan shalat Idul Adha maupun takbir bisa dilaksanakan di masjid atau mushola dengan syarat mendapatkan surat keterangan yang menyatakan daerah itu aman dari penyebaran Covid-19,” katanya.

 

Begitu juga untuk pemotongan hewan kurban, panitia agar memenuhi persyaratan, di antaranya dengan membatasi jumlah panitia dan menghindarkan kerumunan. “Kami mengimbau masyarakat tidak terlalu banyak yang datang di lokasi penyembelihan kurban. Bagi petugas pengulitan, pencacahan, penimbangan, dan pengemasan daging, diatur untuk tidak saling berhadapan,” ujarnya. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini