atas1

Produksi Durian Ngropoh Turun 60 Persen

Senin, 10 Feb 2020 | 14:47:00 WIB, Dilihat 812 Kali
Penulis : Endri Yarsana
Redaktur

SHARE


Produksi Durian Ngropoh Turun 60 Persen Petani sedang mengikat durian miliknya supaya aman tidak jatuh ketika sudah matang di pohon. (endri yarsana/koranbernas.id)

Baca Juga : Dinbudpar Temanggung Gelar Konsolidasi Kepariwisataan


KORANBERNAS.ID, TEMANGGUNG -- Produksi buah durian desa Ngropoh, Kecamatan Kranggan pada musim panen tahun ini turun hingga 60 persen karena banyak bunga yang rontok. Dengan menurunnya produksi, penghasilan petani berkurang, tidak sebanyak pada musim panen tahun lalu.

Ketua kelompok tani Biso Mukti Desa Ngropoh, Waluyo, saat ditemui di kebun durian miliknya, Senin (10/2/2020) menuturkan, menurunnya jumlah produksi durian disebabkan karena pada saat berbunga pada bulan September-Oktober belum ada kiriman hujan hingga mengakibatkan banyak bunga yang mengering dan akhirnya rontok tidak menjadi bakal buah. Demikian halnya yang sudah menjadi bakal buah, juga banyak yang tidak kuat hingga kering berjatuhan.

Akibat tingginya tingkat kerontokan bunga dan bakal buah, maka secara otomatis produksi buah durian menjadi sedikit. Prosentase penurunan produksi bila dibanding musim panen tahun 2019 mencapai 60 persen.

“Jika tahun 2019 untuk pohon besar berbuah 1.000 biji, tahun ini paling cuma sekitar 150 biji. Bahkan ada yang lebih sedikit dan tidak sedikit pula yang sama sekali tidak berbuah. Hal ini dipengaruhi tidak adanya kiriman hujan pada saat berbunga sehingga banyak yang rontok gagal menjadi bakal buah,” tuturnya seraya menambahkan petani hanya bisa pasrah menghadapi cuaca yang kurang menguntungkan ini.
 

Dengan berkurangnya produksi buah durian, maka peghasilan petani juga berkurang. Waluyo mencontohkan, jika pada tahun 2019, satu pohon besar tebasannya laku Rp 6 juta, tahun ini cuma laku Rp 1 juta. Sedang harga buah per biji masih sama seperti tahun lalu, rata-rata berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 50.000, tergantung besar kecilnya buah.

Sekretaris Desa Ngropoh, Ismanto, menjelaskan populasi tanaman buah durian di desanya mencapai 8.000 pohon yang dikelola para petani. Bercocok tanam durian menjadi andalan penghasilan warganya karena setiap kali musim panen durian lokal Ngropoh laku keras di pasaran.

Menurut Ismanto, buah durian Ngropoh selain daging buahnya tebal, juga bercita rasa khas, berbeda dengan durian daerah lain. Hanya saja diakui untuk musim tahun 2020 ini tidak banyak pohon yang berbuah, akibatnya pendapatan petani menurun.

“Setiap musim panen, banyak warga maupun pedagang yang berdatangan untuk membeli durian Ngropoh yang terkenal buahnya enak dan tebal. Hal ini berdampak positif untuk peningkatan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Ismanto menambahkan, buah durian sudah menjadi ikon Desa Ngropoh. Oleh karena itu pihaknya terus berupaya untuk mempertahankan dan mengembangkanya agar durian khas Ngropoh tetap lestari dan dicari para penikmat durian. Selain durian, petani juga membudidayakan tanaman petai dan manggis. Beberapa tanaman tersebut saat ini sudah mulai berbuah sehingga menambah penghasilan petani.

Disamping itu, di bawah pohon durian, petai dan manggis, petani juga menanam ubi-ubian seperti suwek, kerut dan uwi serta tanaman obat-obatan seperti kunyit, jahe, temulawak, temugiring, lempuyang dan lain-lain.

“Kita optimis ke depan bisa mewujudkan desa Ngropoh menjadi sentra durian lokal unggul. Apalagi saat ini desa Ngropoh sudah menjadi desa wisata ‘Dewi Eramaya’ dibawah binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung. Dengan demikian petani berpeluang lebih berdaya sehingga hidupnya bertambah sejahtera,” ujarnya.

Untuk menambah wawasan, petani secara berkala mengikuti berbagai pelatihan, baik yang diselenggarakan oleh kelompok tani sendiri maupun pemerintah.

Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Temanggung, Sumarlinah, mengatakan potensi buah durian desa Ngropoh memang layak untuk terus dikembangkan sebagai salah satu unggulan kegiatan agro wisata. Selain bisa menikmati buah durian dengan cita rasa yang khas, para pengunjung juga bisa menikmati embung Abimanyu dan panorama alam yang indah serta berudara sejuk.

Memurutnya, untuk menarik lebih banyak wisatan yang berkunjung pada setiap musim panen durian, Pemkab Temanggung menggelar festival durian dan untuk tahun ini direncanakan pada tanggal 15 Maret 2020 yang dimeriahkan berbagai atraksi hiburan kesenian tradisional seperti kuda lumping, soreng , warokan dan lain-lain. (eru)



Senin, 10 Feb 2020, 14:47:00 WIB Oleh : Endri Yarsana 261 View
Dinbudpar Temanggung Gelar Konsolidasi Kepariwisataan
Senin, 10 Feb 2020, 14:47:00 WIB Oleh : Sari Wijaya 382 View
Nelayan Temukan Jenazah Mengapung
Senin, 10 Feb 2020, 14:47:00 WIB Oleh : Nanang WH 297 View
Tim SAR Polres Kebumen Latihan Evakuasi Pakai Ban Bekas

Tuliskan Komentar