Jumat, 17 Sep 2021,


produk-berbahaya-masih-beredar-beli-yang-benarbenar-amanDra Diah Tjahjonowati Apt MSi memimpin acara Pertemuan Jejaring Komunikasi  Massa, Jumat (09/11/2018), di Aula BBPOM Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)


sholihul
Produk Berbahaya Masih Beredar, Beli yang Benar-benar Aman

SHARE

KORANBERNAS.ID – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta tidak pernah berhenti mengingatkan, saat ini masih banyak produk berbahaya bagi kesehatan beredar di masyarakat.


“Dengan mengetahui risiko-risikonya, kami berharap masyarakat melakukan pengecekan,” ungkap Dra Diah Tjahjonowati Apt MSi, PLH Kepala Balai Besar POM Yogyakarta.

  • ACT Bersama Pemkab Gunungkidul Siapkan Program Atasi Kekeringan
  • Setengah Abad Membaca Abjad

  • Mewakili Kepala BBPOM Yogyakarta Dra Rustyawati Apt M Kes Epid yang sedang ada tugas di Jakarta, pada acara Pertemuan Jejaring Komunikasi  Massa, Jumat (09/11/2018),  dia menegaskan masyarakat harus memperoleh perlindungan dari penggunaan obat-obatan serta makanan yang berbahaya bagi kesehatan.

    “BBPOM memiliki peran strategis untuk melindungi masyarakat. Ternyata masih banyak bahan berbahaya dan produk ilegal obat, makanan dan kosmetika yang beredar,” ungkapnya.

  • Konflik Bisnis pun Berakhir Damai setelah Ngopi Bareng
  • Air Sumur Bor Ini Sangat Jernih namun Terbuang Sia-sia

  • Melalui Pertemuan Jejaring Komunikasi  Massa yang berlangsung di Aula BBPOM Yogyakarta Jalan Tompeyan Tegalrejo itu mengajak 30 perwakilan lintas sektoral berasal dari instansi serta media yang hadir ikut berkontribusi memberikan penyadaran kepada masyarakat.



    Sejumlah produk makanan, obat dan kosmetika berbahaya dipajang di aula BBPOM Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

    BBPOM Yogyakarta juga siap menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait tugas pokok dan fungsinya. Ini penting untuk meningkatkan masyarakat terkait dengan manfaat dan mutu produk yang beredar di pasaran.

    Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya mencapai pemberdayaan masyarakat.

    Menyampaikan masukannya, perwakilan dari Komisi Penyiaran, Agnes, mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mencermati iklan produk obat-obatan.

    “Kami mendapat masukan dari masyarakat tentang maraknya iklan obat di televisi dan radio. Satu obat bisa menyembuhkan ratusan penyakit apakah itu benar. Mohon pencerahan,” ujarnya.

    Merespons masukan  itu, pada prinsipnya Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan tidak pernah berhenti mengimbau masyarakat, termasuk melalui public warning, supaya waspada serta selalu membeli produk yang benar-benar aman. (sol)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini